Business Model Canvas di Usaha Komunitas

Perusahaan atau organisasi terdiri dari beberapa elemen, yang dikelola dengan metode tertentu dan diaplikasikan melalui strategi – strategi dalam mencapai tujuan tertentu. Seringkali dalam implementasinya secara riil, perusahaan akan mendiskripsikan, mendiskusikan dan mendesain jalannya bisnis. Oleh karena itu, konsepsi model bisnis lebih cenderung pada strategi bisnis. Dalam teori dan praktik bisnis, istilah model bisnis digunakan untuk berbagai deskripsi informal dan formal yang mewakili aspek inti bisnis, termasuk tujuan, proses bisnis, target pelanggan, penawaran, strategi pemasaran, infrastruktur, struktur organisasi, sumber daya, praktik perdagangan , dan proses operasional serta kebijakan – kebijakan bisnis. Kekompleksan permasalahan bisnis membuat elemen – elemen perusahaan memiliki berbagai perspektif sehingga hal ini seringkali menimbulkan konflik yang bisa menghambat jalannya perusahaan atau organisasi. Oleh karena itu dibutuhkan panduan jalannya bisnis dengan model bisnis yang tepat.

Salah satu bisnis model yang bisa digunakan oleh pemula atau bisnis start up adalah Bisnis Model Canvas (Business Model Canvas) atau biasa disingkat dengan BMC. Bisnis Model Canvas ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder adalah seorang konsultan bisnis dan penulis dari Swiss yang dimulai pada risetnya tentang kajian ontologi model bisnis pada tahun 2004 yang kemudian disempurnakan menjadi The Business Model Canvas pada tahun 2010.

Image result for alexander osterwalder Alexander Osterwalder

Menurut Alexander Osterwalder, definisi bisnis model adalah gambaran rasional bagaimana sebuah organisasi / perusahaan dalam menciptakan, menyampaikan dan menangkap nilai (value). Sedangkan Bisnis Model Canvas itu sendiri merupakan salah satu model bisnis yang menyajikan 9 blok area aktivitas bisnis sebagai implementasi manajemen strategik yang digunakan untuk mendeskripsikan, mendiskusikan, dan merancang bisnis sebagai kesatuan aksi untuk membangun bisnis menjadi sebuah bisnis yang memiliki daya saing tinggi, menciptakan kesuksesan yang berjangka panjang yang berimbas pada keberkelanjutan bisnis yang kuat.

Penyederhanaan Kompleksitas Bisnis Ke Dalam 9 Blok Area Aktivitas Bisnis

Keunggulan Bisnis Model Canvas ini yang paling utama adalah penyederhanaan kompleksitas urusan bisnis menjadi 9 area aktivitas utama dari bisnis. Ke-sembilan area aktivitas bisnis tersebut sebenarnya mewakili empat aspek dari jalannya perusahaan.

1.  Aspek infrastuktur :

  • kegiatan utama dari bisnis yang dilakukan perusahaan.
  • sumber daya utama yang dimiliki oleh perusahaan.
  • jaringan mitra utama yang dijalin oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya.

2. Aspek penawaran :

  • nilai tawar yang akan diberikan kepada pelanggan (proposisi nilai)

3. Aspek pelanggan :

  • segmentasi pelanggan yang jelas dari produk yang dihasilkan.
  • saluran yang tepat untuk menyampaikan produk kepada pelanggan.
  • hubungan dengan pelanggan yang harus selalu dijaga dengan baik.

4. Aspek keuangan :

  • struktur biaya yang relevan atas investasi dan operasional perusahaan.
  • arus pendapatan yang didapatkan dari kegiatan perusahaan .

Berdasarkan keempat aspek tersebut di atas, maka Alexander Osterwalder membaginya menjadi 9 blok aktivitas perusahaan seperti di bawah ini :
Pembagian Blok Pada Business Model Canvas

Ke-sembilan aktivitas utama bisnis tersebut di atas disajikan ke dalam area canvas (1 lembar hamparan) dengan rincian sebagai berikut :

 

1.  Customer Segment (pangsa konsumen)

Aktivitas di blok ini mencoba mendefinisikan berbagai kelompok orang atau organisasi yang bertujuan dicapai dan dilayani oleh perusahaan. Segmentasi pelanggan dapat dipecah menjadi sub-segmen jika kebutuhan mereka memerlukan dan membenarkan tawaran yang berbeda (misalnya, dicapai melalui jalur yang berbeda, mereka memerlukan jenis hubungan yang berbeda, mereka memiliki kemampuan yang berbeda secara substansial, atau mereka bersedia membayar atas aspek penawaran yang berbeda). Pertanyaan yang seringkali muncul adalah siapakah konsumen anda ? 

2.  Value Proposition (proposisi nilai)

Proposisi nilai ini mewakili kumpulan produk dan layanan yang menciptakan nilai bagi segmentasi pelanggan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Proposisi nilai mungkin bersifat kuantitatif (misalnya harga, kuantitas barang, kecepatan layanan) atau kualitatif (misal desain, rasa, atau pengalaman pelanggan). pertanyaan yang mungkin muncul di blok ini adalah nilai tambah apa saja yang anda tawarkan kepada konsumen anda ?

3. Customer Relationship (hubungan dengan konsumen)

Hubungan dengan pelanggan menggambarkan jenis hubungan yang ditetapkan perusahaan dengan segmentasi pelanggan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya, dan dapat berkisar dari hubungan pribadi hingga interaksi otomatis sepenuhnya. Hubungan pelanggan merupakan isu utama dalam menentukan keseluruhan pengalaman pelanggan atas produk yang kita tawarkan. pertanyaan yang mungkin muncul adalah bagaimana anda menjaga hubungan baik dengan pelanggan anda terkait dengan produk yang anda tawarkan ?

4. Channel (saluran)

Saluran menggambarkan bagaimana perusahaan berkomunikasi dengan dan menjangkau segmentasi pelanggan untuk menyampaikan proposisi nilai mereka. Saluran mewakili  perusahaan dengan pelanggannya, dan dapat mencakup komunikasi, distribusi, dan penjualan. pertanyaan yang mungkin muncul pada bagian ini adalah bagaimana caranya agar produk anda bisa sampai kepada pelanggan anda ?

5. Revenue Stream (arus sumber pendapatan)

Revenue Stream menjelaskan bagaimana perusahaan akan menghasilkan uang dari setiap segmen pelanggan. Revenue Stream harus memperhitungkan berapa banyak pelanggan yang bersedia membayar nilai yang diberikan perusahaan. Ada dua jenis dasar arus pendapatan: pendapatan dari pembayaran pelanggan satu kali, dan pendapatan berulang dari pembayaran yang sedang berlangsung. pertanyaan yang mungkin muncul adalah bagaimana caranya agar bisnis anda menghasilkan uang dari nilai tambah yang ditawarkan kepada pelanggan anda ?

6. Key Resource (sumber daya utama)

Sumber Daya Utama menjelaskan aset terpenting di dalam perusahaan yang membuat model bisnis bekerja. Secara umum meliputi sumber daya fisik (misalnya bangunan, kendaraan, dll.), Sumber daya intelektual (misalnya merek, kemitraan, pengetahuan eksklusif, dll.), Sumber daya manusia (misalnya karyawan), dan sumber daya keuangan (misalnya uang tunai, jalur kredit, dll.). Pertanyaan yang mungkin muncul dalam menggali bagian ini adalah apa saja sumber daya yang harus dimiliki perusahaan agar tercipta nilai tambah yang kompetitif dalam menghasilkan nilai di perusahaan anda ?

7. Key Activities (aktivitas utama)

Kegiatan utama menggambarkan hal yang paling penting yang harus dilakukan perusahaan untuk membuat model bisnisnya berjalan. Mereka dapat menjadi kegiatan untuk menciptakan dan menawarkan Proposisi Nilai, menjangkau pasar, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, dan memperoleh pendapatan. Kategori umum untuk kegiatan utama ini meliputi produksi, pemecahan masalah, dan jaringan bisnis. pertanyaan yang mungkin muncul adalah apakah aktivitas utama atau strategi kompetitif untuk menciptakan value proposition dari produk  yang anda tawarkan kepada pelanggan ?

8. Key Partnership (mitra utama)

Kemitraan Kunci menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis bekerja. Kemitraan sangat penting bagi kebanyakan bisnis untuk mengoptimalkan model bisnis mereka, mengurangi risiko, atau memperoleh sumber daya. Kemitraan umumnya dapat dikategorikan ke dalam: aliansi strategis antara non-pesaing, kemitraan strategis antara pesaing, usaha patungan untuk mengembangkan bisnis baru, dan hubungan pemasok pembeli. pertanyaan yang mungkin muncul dari bagian ini adalah siapa saja yang mendukung perusahaan agar selalu kompetitif di pasar ?

9. Cost Structure (struktur biaya)

Struktur Biaya menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis, misalnya dalam menciptakan dan memberikan nilai, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, dan menghasilkan pendapatan. Struktur biaya dapat dibagi menjadi biaya tetap, biaya variabel, skala ekonomi, dan cakupan ekonomi. pertanyaan yang mungkin muncul adalah apa saja faktor – faktor yang membentuk biaya yang harus dikeluarkan perusahaan agar tercipta produk yang memiliki value proposition dengan nilai yang kompetitif ?

Cara Menggunakan Business Model Canvas

  1. Gambarlah template Bisnis Model Canvas pada selembar besar kertas. Kartu berwarna kecil (sticky noteyang berbeda untuk mengisi blok bangunan dari kanvas.
  2. Jika produk anda adalah produk inovasi yang benar – benar baru, maka anda bisa mulai dengan mengisi di bagian proposisi nilai yang berbeda yang ditawarkan perusahaan Anda, dan untuk mana Segmen Pelanggan Proposisi Nilai ini ditawarkan. Sedangkan jika produk anda sudah ada di pasaran maka anda bisa memulai mengisi di bagian segmentasi pasar dan kemudian dilanjutkan mengisi di bagian proposisi nilai. Warna yang Anda gunakan untuk Proposisi Nilai harus sesuai dengan Segmen Pelanggan masing-masing.
  3. Setelah Value Propositions dan Segmen Pelanggan terisi, lengkapi elemen Bisnis Model Canvas. Koordinasikan dengan menggunakan kartu berwarna saat masuk akal. Misalnya, Bisnis Model Canvas bisa menggunakan warna biru dan oranye untuk membedakan antara dua Segmen Pelanggan berbeda yang memiliki perbedaan berbeda. Proposisi Nilai, Hubungan Pelanggan, Channel, dan Rata-Rata Revenue Stream.
  4. Setelah selesai maka bisa didiskusikan dan dievaluasi.

Template model bisnis adalah alat yang berguna untuk memahami dan menganalisis model bisnis agar:

  • Bisa menunjukkan bagaimana hal itu masuk akal secara finansial.
  • Memvisualisasikan peran dan keterkaitan anggota organisasi.
  • Memiikirkan secara holistik tentang semua komponen model bisnis.
  • Menetapkan bahasa dan kerangka kerja yang sama dengan rekan kerja.
  • Memperjelas aspek model bisnis saat ini.
  • Memberikan realita cek kelayakan pada bisnisi start up yang benar – benar baru.
  • Mulailah merumuskan penjabaran rencana bisnis untuk membawa ide Anda menjadi kenyataan.

Pengalaman Menggunakan Business Model Canvas

Pengalaman saya ketika menggunakan BMC ini adalah untuk mendesain konsep bisnis dari UPMart. Berikut ini adalah ilustrasi kami saat mendesain bisnis model dari UPMart :

Business Model Canvas ini juga sangat bermanfaat jika digunakan dalam bisnis atau usaha komunitas. Keluwesannya untuk didiskusikan dan dimodifikasi membuatnya sangat interaktif dan menarik menjadi kajian komunitas atau kelompok.

Bisnis Model Canvas ini bagi para praktisi sangat berguna dalam mendiskripsikan kepada stakeholder, mendiskusikan dengan tim, dan mendesainnya bersama – sama.  Last, but not least adalah selalu mulai jalankan rencana anda dan jangan sampai hanya sebatas pada isian canvas saja. Just Let’s Do It if You Trus It !

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under management, Uncategorized

Appreciative Inquiry – ikhtisar, metode dan penerapannya

Pendekatan pengembangan masyarakat yang selama ini ada masih berorientasi pada wacana defisit yang cenderung memetakan kelemahan dari orang lain atau suatu lembaga dan bahkan sampai mencoba menganalisa ancaman dari lingkungan sekitar mereka. Pendekatan tersebut seringkali melupakan bahwa proses sosial di sebuah masyarakat berjalan selama bertahun – tahun dan mengendapkan berbagai hal yang sifatnya kultural dan berdimensi positif sebagai sebuah kearifan lokal yang tidak mungkin digeneralisasikan pada semua lingkungan sosial. Padahal, setiap society itu adalah unik sehingga memiliki berbagai keunggulan yang sifatnya adalah komparatif dan bahkan ada beberapa di antara mereka adalah komplemen bagi yang lainnya. Pendekatan dengan wacana defisit yang berpangkal pada penemuan masalah, akar masalah, need assessment, analisis solusi dan implementasinya seringkali malah memberikan efek psikologis bahwasannya “masalah” itu sangat banyak dan kita akan kesulitan memecahkan masalah tersebut. Bagi masyarakat sendiri, akhirnya muncul stigma bahwasannya masalah itu baru bisa diatasi oleh pihak luar kelompok (pemerintah, LSM, pihak donatur, dll) dan bahkan pada taraf tertentu bisa menimbulkan ketergantungan dalam solusi masalah. Merespon kegelisahan tersebut, maka semenjak diterbitkannya artikel ilmiah dari David Cooperrider dan Suresh Srivastva tahun 1987 di Departemen Perilaku Organisasi,  Case Western Reserve University mulai mengembangkan metode penyidikan baru dalam proses pengembangan dan perbaikan sosial dengan meninggalkan wacana defisit dan lebih fokus pada wacana positif. Alasan mereka adalah bahwa organisasi dibentuk, dipelihara dan diubah melalui sebuah percakapan-percakapan, dimana metode pengorganisasiannya hanya dibatasi oleh imajinasi orang dan kesepakatan di antara mereka (orang dalam organisasi). Metode tersebut sekarang ini dikenal sebagai metode pendekatan Appreciative Inquiry. Pada tahun 1996, Diana Whitney bersama beberapa koleganya mencoba menerapkan Appreciative Inquiry pada penciptaan dan pengembangan sebuah organisasi nirlaba United Religion Initiative (URI) yang mencoba mempromosikan kerja sama lintas agama di tingkat akar rumput untuk menciptakan perdamaian, keadilan dan penyembuhan. Pada tahun 1999, Appreciative Inquiry mulai digunakan sebagai pendekatan pada pertemuan pemimpin bisnis dunia yang akhirnya menciptakan Global Compact PBB di tahun yang sama. Pada tahun 2001, David Cooperrider dan Diana Whitney mempublikasikan karya ilmiah mereka yang menjelaskan tentang 4 (empat) prinsip dari Appreciative Inquiry. Tahun 2011, Gersave Bushe meneliti dan mempublikasikan review dari model Appreciative Inquiry, termasuk proses, kritik dan bukti empirisnya. Apakah Appreciative Inquiry itu ? Secara harfiah, appreciative bermakna menyadari kehebatan atau menyatakan kekuatan atau kesuksesan atau potensi, menghargai sesuatu, memberikan nilai tambah dan bahkan mengambil pelajaran akan sesuatu hal. Sedangkan inquiry bermakna menanyakan atau terbuka dalam melihat potensi, tindakan untuk mengeksplorasi sesuatu, tindakan untuk menemukan sesuatu (Cooperrinder & Whitney, 2001). Pendekatan appreciative inquiry (AI) ini fokus pada pencarian kekuatan dan inti positif dari keberadaan komunitas untuk membangun visi yang bisa diraih secara kolektif. Secara garis besar, alur proses pendekatan appreciative inquiry ini diawali dengan mengapresiasi hal – hal terbaik yang dimiliki oleh komunitas, kemudian dilanjutkan dengan membangun impian yang terfokus dari komunitas yang dilanjutkan pada penyusunan atau perancangan tindakan – tindakan serta melakukan tindakan – tindakan tersebut yang berbasiskan pada inti positif yang dimiliki komunitas. AI memiliki lima prinsip dasar, yaitu :

  1. Prinsip Konstruksionis. Prinsip ini mengusulkan bahwa apa yang kita yakini benar menentukan apa yang kita lakukan, serta pemikiran dan tindakan muncul dari sebuah hubungan dalam organisasi. Melalui bahasa dan wacana interaksi sehari-hari, orang membangun bersama organisasi tempat mereka tinggal. Tujuan penyelidikan adalah untuk merangsang gagasan, cerita dan gambar baru yang menghasilkan kemungkinan aksi baru. Prinsip ini sejatinya mengungkapkan bahwa kata – kata mampu menciptakan dunai.
  2. Prinsip Simultanitas. Prinsip ini mengusulkan bahwa saat kita menyelidiki sistem manusia, kita mengubahnya dan menanamkan benih perubahan. Hal-hal yang dipikirkan dan dibicarakan orang, apa yang mereka temukan dan pelajari, tersirat dalam pertanyaan pertama yang diajukan. Pertanyaan tidak pernah netral, mereka sangat menentukan, dan sistem sosial bergerak ke arah pertanyaan yang paling sering mereka pertanyakan dan mereka mendiskusikannyadengan penuh semangat. Proses penyidikan melalui pertanyaan – pertanyaan tersebut pada akhirnya mampu menciptakan perubahan.
  3. Prinsip Puitis. Prinsip ini mengusulkan bahwa kehidupan organisasi diungkapkan dalam cerita yang mereka ceritakan setiap hari, dan kisah tentang organisasi secara terus-menerus yang ditulis bersama – sama. Kata-kata dan topik yang dipilih untuk penyelidikan memiliki dampak yang jauh melampaui dari kata-kata itu sendiri. Mereka memohon kepekaan perasaan, saling pengertian dan dunia makna di antara mereka. Sehingga sebenarnya tim dan organisasi seperti buku yang sudah terbuka, dimana prinsipnya perjalanan organisasi merupakan sumber yang tidak berakhir untuk belajar dan pembelajaran dan memberikan kita ruang untuk memilih apa yang akan kita pelajari. Prinsip ini mampu menggambarkan dan bahkan menciptakan dunia seperti yang kita ketahui.
  4. Prinsip Antisipatif. Prinsip ini mengemukakan bahwa apa yang kita lakukan hari ini sebenarnya dipandu oleh citra masa depan kita. Sistem manusia selamanya memproyeksikan di depan diri mereka atas cakrawala harapan yang membawa masa depan dengan kuat ke masa sekarang sebagai agen penggerak mereka sendiri. Permintaan apresiatif menggunakan penciptaan yang indah atas citra positif secara kolektif untuk mengubah lagi realitas antisipatifnya di kemudian hari. Prinsip ini menjelaskan bahwa gambaran masa depan mampu menginspirasi aksi.
  5. Prinsip positif. Prinsip ini mengusulkan bahwa momentum dan perubahan yang berkelanjutan membutuhkan pengaruh positif dan ikatan sosial. Sentimen seperti harapan, kegembiraan, inspirasi, persahabatan dan kegembiraan meningkatkan kreativitas, keterbukaan terhadap gagasan dan orang baru, dan fleksibilitas kognitif. Mereka juga mempromosikan hubungan dan hubungan yang kuat di antara stakeholder, terutama di antara kelompok-kelompok yang berkonflik, diperlukan untuk penyelidikan dan perubahan kolektif untuk kepentingan bersama. Prinsip ini mengandung makna bahwa pertanyaan positif akan memberikan peluang perubahan positif yang lebih besar.

Metode Pendekatan Appreciative Inquiry Appreciative Inquiry sebagai sebuah pendekatan dalam mengembangkan perilaku organisasi merupakan metode yang mencoba menggunakan cara pengajuan pertanyaan atas kondisi sekarang dan pengalaman terbaik di masa lalu dan membayangkan imajinasi masa depan untuk mendorong hubungan positif dan membangun potensi seseorang, organisasi atau situasi saat ini. Model yang paling umum digunakan adalah siklus empat proses (baca: 4D), sebagai berikut :

  1. Discovery merupakan sebuah pengungkapan dan pengapreasiasian atas sesuatu yang bisa memberikan energi positif atas komunitas atau personal. Fokus tahapan ini pada dasarnya adalah mencari dan merefleksikan pengalaman – pengalaman positif terkait dengan topik yang telah dipilih pada tahapan definition sebelumnya.
  2. Dream merupakan tahapan mengolah imajinasi (envision) dari komunitas terkait kondisi ideal di masa depan dari topik yang dibahas. Informasi pada tahap definition dan discovery dijadikan landasan pijakan atas spekulasi dari imajinasi yang memungkinkan dicapai di masa depan.
  3. Design merupakan tahapan perancangan dan penciptaan struktur masyarakat, proses dan hubungan yang mendukung tahapan dream. Aktivitas utamanya adalah menciptakan proposisi atau pernyataan yang provokatif (provocative propositions) secara kolaboratif dalam komunitas.
  4. Destiny merupakan tahapan yang memiliki tujuan penguatan kapasitas dukungan terhadap masyarakat / komunitas untuk membangun harapan dan menciptakan proses belajar, penyesuaian – penyesuaian target serta berimprovisasi dalam mencapai harapan masyarakat. Tahapan ini memberdayakan setiap anggota untuk melakukan tindakan – tindakan yang dapat dilakukan untuk mencapai mimpi atau visi masa depan komunitas.

Beberapa ahli menambahkan siklus Definition sebelum tahapan Discovery dengan tujuan ingin menyamakan definisi atau perspektif dari para stakeholder, sehingga menjadi siklus 5D.

gbr.1 : Siklus 5D dalam appreciative inquiry

Penerapan Appreciatif Inquiry

Pendekatan dalam menggali appreciative inquiry ada bermacam – macam mulai dari per-individu, per-kelompok atau sampai pada wawancara yang dimobilisasi secara massal yang biasanya disebut Appreciative Inquiry Summit. Pendekatan ini melibatkan membawa banyak kelompok orang yang beragam untuk belajar dan membangun yang terbaik dalam sebuah organisasi atau komunitas.

AI digunakan dalam pengembangan organisasi dan sebagai alat konsultasi dalam upaya untuk mewujudkan perubahan strategis organisasi. Ini telah diterapkan di bisnis, hospitality, organisasi nirlaba, institusi pendidikan, dan  pemerintah.  AI memiliki berbagai aplikasi bisnis dan dapat digunakan secara efektif untuk mendapatkan informasi dari para stakeholder. Semangat positif dipasangkan dengan konsensus kelompok untuk membayangkan kondisinya di masa depan dan mulai menghasilkan masa depan yang optimis berdasarkan kekuatan dan pengalaman keberhasilan yang ada.

Berdasarkan pengalaman penulis, AI bisa diterapkan dalam memfasilitasi perencanaan kegiatan project kelompok perempuan entrepreneur dalam membangun jejaring bisnis usaha kelompok mereka. Proses fasilitasi dengan metode AI tersebut disandingkan dengan analisis SOAR (Strength, Opportunities, Appreciative, Result). Hal ini dikarenakan dengan menggunakan analisis SOAR dalam proses perencanaan operasi strategis memungkinkan organisasi membangun jalur menuju kesuksesan. Analisis SOAR adalah salah satu aspek terpenting dari proses perencanaan strategis untuk setiap organisasi (McKenna, Daykin, Mohr, & Silbert, 2007).  SOAR mengambil filosofi appreciative inquiry dan menerapkannya untuk memberikan pemikiran strategis dan proses dialog.

Keep learning…learning…. and learning…. !!!

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tata Kelola Administrasi Keuangan Sederhana Untuk UMKM dan Kelompok Usaha Bersama

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilar perekonomian di Indonesia. Kekuatannya menopang sendi – sendi perekonomian di Indonesia telah terbukti kuat dan bahkan mengalahkan sektor bisnis perusahaan – perusahaan besar saat krisis melanda Indonesia. Kondisi tersebut memang terlihat secara agregat, namun secara parsial masih banyak sektor UMKM yang masih harus berjibaku dengan permasalahan cash flow, minimnya modal, kualitas produk, keberlangsungan usaha, tata kelola manajerial sampai pada kendala pemasaran. Masalah klasik yang seringkali didapati adalah saat UMKM mengajukan penambahan dana seringkali mereka dihadapkan pada permasalahan bentuk badan hukum yang tidak jelas, record pencatatan transaksi keuangan yang masih belum jelas, laporan keuangan yang masih belum ada, business plan yang tidak lengkap dan bahkan kebanyakan malah justru tidak memilikinya.

Pada tulisan ini saya akan mencoba memberikan paparan kebutuhan administrasi keuangan sederhana yang diperlukan dalam menjalankan bisnis UMKM. Memang keberadaan administrasi keuangan ini masih sangat membingungkan dan butuh diimplementasikan untuk mengerti alur tata kelolanya. Lantas, mengapa kita harus repot – repot harus mencatat transaksi keuangan dan membuat laporan keuangannya ? lha wong jalan apa adanya aja usaha kita tetap jalan toh ? Sejatinya, pencatatan laporan transaksi keuangan dan laporan keuangan itu penting bagi jalannya usaha kita karena :

  1. agar mudah bagi kita sebagai pemilik untuk mengurai masalah terkait usaha kita.
  2. sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait jalannya usaha kita.
  3. agar memudahkan kita sebagai pemilik dalam mengontrol jalannya usaha kita.
  4. sebagai bahan untuk mengajukan tambahan modal kepada investor atau pemberi pinjaman (kreditur).

Nah, administrasi sendiri sebenarya berasal dari bahasa latin yang terdiri dari “ad yang berarti pemberian dan “ministrate” yang berarti bantuan atau jasa. Menurut Soewarno Handayaningrat (1988), administrasi lebih merujuk pada bahasa Belanda yang berarti meliputi kegiatan catat – mencatat, surat – menyurat, pembukuan ringan, ketik – mengetik, agenda dan kegiatan lain yang bersifat teknis ketata-usahaan. Sedangkan The Liang Gie (1980) mengartikan administrasi secara lebih luas dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Maka, administrasi keuangan kira – kira lebih pada suatu kegiatan pencatatan dan pengumpulan bukti transaksi keuangan yang dikelola dan ditata guna terciptanya gambaran kondisi dan kinerja usaha.

Oleh karena itu, laporan keuangan diperlukan untuk melihat dan mengukur performasi usaha yang sudah kita jalankan agar kita memiliki gambaran dan ukuran seberapa besar usaha kita dan apa yang akan kita lakukan di kemudian hari dengan usaha kita agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Laporan keuangan adalah gambaran ringkas dari kinerja dan capaian usaha kita, atau setidaknya bagi bisnis yang masih mulai bisa menjadi patokan awal dari jalannya bisnis kita. Laporan keuangan ini diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)  terbagi menjadi beberapa laporan :

  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan atas Laporan Keuangan

1.  Neraca

Neraca ini merupakan posisi keuangan perusahaan yang terbagi menjadi dua sisi bagian yang nilainya harus imbang (sama).  Sisi kiri biasanya disebut dengan aktiva dan sisi kanan biasanya disebut dengan pasiva. Sisi Aktiva ini merupakan kolom untuk mencatat semua harta perusahaan baik harta lancar maupun harta tidak lancar. Sisi Pasiva sendiri merupakan kolom yang terdiri dua kelompok pencatatan yaitu kewajiban (utang) serta modal yang menggambarkan dari mana saja harta di kolom aktiva tadi diperoleh. Jumlah aktiva harus sama dengan jumlah kewajiban ditambah modal. Salah satu contoh dari posisi neraca awal usaha kelompok bisa dilihat pada ilustrasi di bawah ini :

CV. Usaha Bersama Kelompok

NERACA

Periode Januari 2017

2. Laporan Laba Rugi

Laporan ini berisikan rincian keseluruhan pendapatan yang dikurangi dengan rincian keseluruhan biaya atau beban yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam membiaya operasional usahanya. Jadi, laporan ini bisa menjadi ukuran perusahaan kita untung atau rugi dalam kegiatan usahanya. Kalau hasilnya positif maka usaha kita mengalami keuntungan secara operasional, namun jika hasilnya negatif maka usaha kita mengalami kerugian. berikut ini contoh laporan Laba Rugi :

3.  Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Modal dalam ilmu akuntansi dapat diartikan sebagai setoran kekayaan entitas (perusahaan atau usaha) dari pemilik atau pemegang saham atas perusahaan atau usaha yang dimilikinya.  Modal atau biasa juga disebut ekuitas ini didapat dari selisih jumlah aktiva (aset) setelah dikurangi dengan pasiva (kewajiban). Laporan perubahan modal atau ekuitas berarti laporan yang memuat tentang segala perubahan atas ekuitas untuk suatu periode tertentu. Contoh dari laporan perubahan modal ini sebagai berikut :

4.  Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Laporan arus kas merupakan laporan pencatatan yang memuat segala hal berkaitan dengan kas masuk dan keluar dalam periode tertentu. Kegunaan Laporan Arus Kas adalah untuk mengetahui potensi realisasi kas di masa yang akan datang, sehingga bisa digunakan sebagai acuan alokasi kas perusahaan. Selain itu, perusahaan akan bisa mengetahui potensi kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen dalam bentuk kas. Contoh laporan arus kas dengan metode langsung adalah sebagai berikut :

5.  Catatan Atas Laporan Keuangan

Laporan ini berupa catatan naratif yang berfungsi sebagai penjelasan informasi tambahan atas pencatatan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan. Berbagai informasi seperti kemungkinan penjelasan kehilangan persediaan karena pencurian, kerusakan, penghapusan piutang, rincian jumlah aset dan juga informasi – informasi terkait keuangan yang lainnya.

 

Buku Bantu Pendukung Laporan Keuangan

Agar kita bisa membuat laporan keuangan seperti uraian di atas, maka kita perlu buku bantu yang berguna untuk mencatat rincian transaksi – transaksi keuangan perusahaan kita. Buku bantu ini antara lain :

1. Buku Kas  :  mencatat uang kas masuk dan kas keluar dengan saldo kasnya

2. Buku Persediaan Barang : buku ini mencatat persediaan barang yang menjadi harta lancar perusahaan. Jika penambahan barang secara tunai maka dicatat berpasangan dengan catatan buku kas, jika secara kredit dicatat berpasangan dengan piutang atau utang.

3. Buku Pembelian Barang : mencatat segala pembelian barang oleh perusahaan baik tunai maupun kredit. Jika pembelian secara tunai dicatat berpasangan dengan catatan buku kas, jika secara kredit dicatat berpasangan dengan utang.

4. Buku Penjualan : mencatat segala penjualan baik tunai maupun kredit. Jika penjualannya secara tunai dicatat berpasangan dengan catatan buku kas, jika secara kredit dicatat berpasangan dengan piutang.

5. Buku Biaya : mencatat segala biaya yang menjadi pengeluaran perusahaan. Jika biayanya dibayar secara tunai dicatat berpasangan dengan catatan buku kas, jika secara kredit dicatat berpasangan dengan utang.

6. Buku Piutang : mencatat segala piutang (utang pihak lain ke perusahaan) yang dimiliki oleh perusahaan.

7. Buku Utang : mencatat segala utang (utang perusahaan ke pihak lain) yang dimiliki oleh perusahaan.

Itulah beberapa kebutuhan pencatatan sederhana dari kegiatan usaha UMKM. Memang bagi yang belum pernah melakukan kegiatan tata kelola administrasi keuangan ini akan terasa berat di periode awal pencatatan, namun dengan seiringnya rutinitas maka akan terasa semakin mudah. Selamat mencoba ! SALAM ENTREPRENEURS !

bagi kami di Yayasan INISIATIF ada idiom yang berbunyi “karena dibiasakan maka MAHIR

SEGERA BERTINDAK !

kunjungi giat kami di Yayasan INISIATIF melalui :

website : http://inisiatif.or.id

email     : rumah@inisiatif.or.id

facebook : @rumahinisiatif

twitter   : rumahinisiatif

instagram :  yayasaninisiatif

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

UP Mart – the way we going UP

Komunitas mitra kami memiliki produk – produk unggulan. Namun sayangnya karena produk – produk tersebut terbilang masih baru maka pasar tidak dengan mudah menerima karena berbagai kendala mulai dari masih tidak adanya ijin produksi, produk yang kurang dikenal, sampai produk dengan penampilan yang kurang menarik. Oleh karena itu, Yayasan INISIATIF dengan Koperasi Kredit Wiwit Kamulyan memiliki produk investasi yang kegiatan investasinya dikelola melalui sebuah toko retail yang bernama UP Mart. Toko retail UP Mart ini muncul sebagai sebuah wadah bagi produk – produk komunitas yang kesulitan masuk ke toko – toko retail berwaralaba seperti in**maret atau al**mart. Menjawab permasalahan tersebut, maka kami membuat toko retail yang berlokasi di Jl. Raya Perak, Dsn. Tondowulan, Ds. Temuwulan, Kec. Perak, Kabupaten Jombang.

Bisnis retail ini bermula dari gerakan 500, sebuah gerakan menyisihkan pendapatan 500 Rupiah setiap hari. Selama setahun, anggota komunitas memiliki Rp. 182.500,-. Hasil penyisihan pendapatan mereka ini akhirnya disepakati untuk diinvestasikan melalui kegiatan usaha yang bisa menjadi ajang promosi dan berjualan produk – produk komunitas. Namun, karena jumlah investor yang terdiri dari abang tukang becak, pemulung, pedagang pecel keliling, tukang rosok keliling, tukang klebetan, pedagang kaki lima dan petani – petani di beberapa desa memiliki jumlah yang lebih dari 100 orang, maka skema investasinya harus melalui Koperasi Kredit Wiwit Kamulyan (K-CUW) agar tidak menyalahi peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan.

UP Mart sendiri merupakan salah satu unit bisnis dari PT. Universal Prioritas Mandiri. Harapan kami, UP Mart ini mampu menjadi social enterprise yang berupaya menjawab permasalahan komunitas dalam hal pemasaran produk – produk mereka. UP Mart sendiri tidak hanya menjual produk – produk komunitas, namun juga produk – produk lain yang ada di pasar. Gedung UP Mart di Jl. Raya Perak, Temuwulan, Perak – Jombang  ini memiliki dua lantai. Lantai satu digunakan sebagai mini market sedangkan lantai dua digunakan sebagai mini cafe. UP Mart juga memiliki produk layanan toilet dengan air panas, karena letaknya yang ada di jalur antar propinsi (Surabaya – Yogyakarta) bisa memberikan layanan mandi dengan air hangat bagi para konsumen yang sedang dalam perjalanan guna melepaskan lelah atau mempersiapkan diri saat akan menuju ke tempat tujuan.

Mini cafe UP Mart juga menyediakan berbagai menu pilihan yang sangat lezat. Menu makanan ringan dan minuman serta ice cream bisa menjadi pilihan saat anda dalam perjalanan menuju Surabaya atau menuju Yogyakarta dan Kediri. Letak mini cafe yang berada di atas memiliki balkon sehingga konsumen yang sedang menikmati kopi bisa sambil menikmati pemandangan lalu lintas jalur propinsi dari lantai 2 gedung UP Mart ini.

UP Mart juga menyediakan beberapa produk unggulan komunitas yang bersifat organik. Produk organik tersebut antara lain berupa beras organik, sayuran organik, tiwul instan, jahe merah instan dan secang yang diolah dari bahan organik.

Jika anda sedang dalam perjalanan melewati jalan raya Perak (Jalur Surabaya – Yogyakarta) maka silahkan mampir untuk menikmati sensasi ngopi sambil melihat jalur lalu lintas dari atas gedung UP Mart dan beli oleh – oleh berupa produk buatan komunitas miskin kota dan desa di Jombang.


 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Community Developement, entrepreuner, Social Entrepreneurship

Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan (pengalaman pribadi)

Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) karena periode kepengurusan saya di PC Lakpesdam NU Jombang sudah berakhir. Persoalan muncul saat saya sadari kalau ternyata kartu BPJS Ketenagakerjaan saya hilang atau mungkin terselip di suatu tempat dan saya tidak bisa menemukannya. Karena salah satu syarat wajib pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan adalah kartu BPJS Ketenagakerjaan yang  asli, maka saya terpaksa harus meminta surat keterangan kehilangan ke pihak kepolisian. Akhirnya, saya pergi ke polsek terdekat (kebetulan kantor polsek kota Jombang ada di timur kantor PC Lakpesdam NU Jombang). Di kantor Polsek, langsung saja meminta surat kehilangan di posko jaga, nanti akan diminta informasi individu kita dan juga nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan miliki kita yang hilang. Prosesnya cepat, tidak sampai 30 menit sudah selesai.

Setelah surat keterangan kehilangan dari kepolisian selesai, saya langsung menuju ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Satpam di kantor BPJS Ketenagakerjaan Jombang langsung menanyakan keperluan saya ke sana. Kemudian, satpam yang baik hati tersebut langsung memberikan penjelasan dan menyodorkan secarik kertas berisi syarat – syarat mencairkan JHT BPJS TK tanpa saya harus antri menunggu giliran pelayanan di Customer Service (CS). Berikut daftar kebutuhan dokumen untuk klaim JHT BPJS TK :

  1. kartu BPJS TK yang asli dan foto copy atau jika kehilangan butuh Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian asli dan foto copy serta surat keterangan kehilangan kartu BPJS TK dari perusahaan atau tempat anda bekerja.
  2. KTP yang asli dan foto copy.
  3. Kartu Keluarga (KK) yang asli dan foto copy.
  4. Surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan atau penetapan pengadilan hubungan industrial yang asli dan foto copy.
  5. surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan jika masih tetap bekerja di perusahaan.
  6. surat pemberitahuan dari perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja yang berisi stempel legalisir tembusan kepada BPJS Ketenagakerjaan yang asli dan fotocopy.
  7. Formulir JHT yang telah diisi asli dan rangkap copy.
  8. Buku tabungan  pemiliki rekening yang asli dan foto copy.
  9. Surat permohonan atau perusahaan untuk mencairkan JHT BPJS TK.

Setelah dicek kelengkapan syarat dokumen, maka saya segera ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jombang. Karena kantor BPJS TK di Jombang adalah kantor cabang pembantu, maka jumlah klaim yang bisa ditangani per hari sebatas 25 orang saja. Berdasarkan info tersebut akhirnya saya berangkat pagi jam 06.00 pagi dan di depan kantor yang masih tutup sudah ada beberapa orang yang antri. Dikarenakan saya harus mengantar anak saya ke sekolah maka secara sukarela ada orang lain yang sudah mengantri secara sukarela membantu dengan mengkolektifkan KTP para peserta BPJS yang akan mengantri untuk nanti ditukarkan ke satpam dengan nomor antrian, dan akhirnya saya mendapatkan antri nomor 15. Setelah saya mengantar anak ke sekolah, 1 jam berikutnya saya kembali ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Jombang dan ternyata diberitahu kalau jaringan internetnya sedang bermasalah karena kabel telkomnya terputus terkena pekerjaan penggalian oleh dinas Pekerjaan Umum yang sedang membuat saluran air. Satpam BPJS Ketenagakerjaan Jombang memberikan saran untuk mengurus ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto karena di sana adalah kantor cabang dan tidak ada batas maksimal pengurusan pencairan JHT BPJS TK.

Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto yang terletak di Jl. Gajah Mada no.135 (letaknya di sebelah utara kantor walikota Mojokerto atau di depan bekas RSUD Mojokerto yang lama). Sesampainya di kantor BPJS TK Mojokerto saya langsung masuk dan disambut oleh satpam yang juga menanyakan keperluannya dan kembali saya disodorkan map plastik dan formulir serta nomor urut antrian yang kebetulan saya mendapatkan nomor antri 56. Saat sampai di kantor BPJS TK Mojokerto saya lihat nomor antrian tertera 37 dan waktu menunjukkan pukul 10:58. Saat tiba giliran saya, waktu menunjukkan pukul 11:35. Cukup cepat giliran antriannya karena memang BPJS TK Mojokerto menyediakan 3 (tiga) pelayanan Customer Service.

Saat tiba giliran saya menghadap mbak cantik yang menjadi Customer Service di meja 01, saya langsung menyodorkan berkas kelengkapan pencairan JHT milik saya. Beberapa pertanyaan musti saya jawab, seperti nama ibu kandung, alamat rumah, nama perusahaan, dll. Kemudian setelah dicek kelengkapan dokumen saya, mbak cantik yang saya tidak tahu namanya langsung minta permisi untuk memfoto saya dengan kamera kecil. Setelah difoto, berkas asli diserahkan kembali ke saya dan diberitahukan kalau pencairan JHT saya membutuhkan waktu 2 sampai 10 hari dan jika lebih dari 10 hari dipersilahkan menelpon ke kantor BPJS TK Mojokerto untuk diproses lebih lanjut. Nah, selesai sudah urusan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semoga informasi ini bisa membantu anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Rumah baru : Rumah INISIATIF

Sejak tahun 2015, saya dengan kolega (D. Hasbiyalloh Darajat dan Abdul Wahab) membuat sebuah lembaga Yayasan INISIATIF (Pusat Studi Untuk Transformasi dan Advokasi Ekonomi Kesehatan Lingkungan Perdamaian Konstruktif). Namun, kegiatan Yayasan INISIATIF masih belum optimal karena kesibukan kami yang masih harus menjalankan program – program kerja di PC Lakpesdam NU Jombang. Semenjak Agustus 2017, kami bertiga sudah tidak lagi menjadi pengurus PC Lakpesdam NU Jombang, sehingga kami sudah bisa mulai fokus mengerjakan berbagai program – program di Yayasan INISIATIF.

Yayasan INISIATIF ini sebenarnya mulai bergerak sebelum tahun 2015, tepatnya semenjak tahun 2012. Sebelumnya nama organisasi ini adalah Kampung Institute, kemudian pada tahun 2013 berubah menjadi Kampung Inisiatif dan barulah pada tahun 2015 secara resmi berubah menjadi Yayasan INISIATIF dengan Akta Nomor 65 Tanggal 31 Maret 2015 dari Notaris Eka Listianawati, S.H., M.Kn. dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0005160.AH.01.04. TAHUN 2015.

Nilai – nilai yang diemban oleh Yayasan INISIATIF ini seringkali kami sebut dengan “J-Kresna” (Jujur, kredibel, setara, transparan, bertanggung jawab). Nilai-nilai ini dipegang sebagai manifestasi dari cara bersikap dan bertindak dalam memperjuangkan tercapainya visi misi organisasi. Motto yang menjadi landasan bergerak kami adalah “sebuah aksi untuk dunia yang lebih baik, segera bertindak !”.

Kami mendampingi berbagai komunitas, mulai dari komunitas miskin desa dan kota. Kami juga memiliki kantor biro di Kediri dan Malang. Kegiatan yang dilakukan lebih pada pendampingan pemberdayaan komunitas desa dan kota. Kegiatan yang kami lakukan antara lain adalah pendampingan petani dalam wacana dan praktik pertanian selaras alam, penciptaan produk – produk unggulan komunitas, community based tourism, komunitas berbasis gender, demokrasi dan partisipasi aktif dalam pembangunan perdesaan.

Semenjak Februari 2017, Yayasan INISIATIF memiliki aplikasi donasi INISIATIF yang bisa didapatkan di aplikasi playstore android. Aplikasi android ini digunakan sebagai media berbisnis dan berbagi. Melalui aplikasi android ini, Yayasan INISIATIF mengajak masyarakat terlibat untuk pengembangan organisasi dalam rangka pemberdayaan kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Melalui kemitraan dengan pengembang aplikasi berbasis android dan penyedia jasa jual dan bayar online. Maka, segera bertindak !

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kehadiran Si Buah Hati #3

ALHAMDULILLAH…

pada hari Sabtu Pon, tanggal 5 Desember 2015, jam 12:08 WIB telah lahir anak ketiga kami di RS Airlangga Jombang melalui proses operasi Caesar oleh dr. Rizal Fitni, Sp.OG. Si kecil lahir belum genap 9 bulan (sekitar masih 36 bulan) sehingga  berat badannya hanya 2,42 Kg dan panjang 46 cm. Namun AlhamduLILLAH si kecil memiliki kondisi yang sehat.

seperti halnya, saat kelahiran Naya dan Fifi, aku hanya bisa memandanginya dengan kagum dan takjub. Kemudian, saya mendengungkan dengan lirih “adzan” di telinga kanan dan “iqomah” di telinga kirinya, kemudian kubisikkan kepadanya untuk menjalankan ibadahnya dengan khusyu’ dan tuma’ninah agar selalu ingat bahwa hidupnya adalah ibadah dan selalu ingat kepada ALLAH SWT dan saya berdoa meminta kepada ALLAH agar hidupnya diberkahi keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Kami sepakat untuk memberikan nama anak laki-laki kami dengan :

“FATHIR HUDAN AL-FARINDY”

P_20151207_072436

Nama Fathir berasal dari bahasa Arab yang berarti pencipta. Hudan juga berasal dari bahasa Arab yang berarti solusi kehidupan. sedangkan Al-Farindy merupakan gabungan namaku dan istriku yang juga dalam bahasa Arab bermakna dengan “cekatan” yang juga sekaligus mengingatkannya kelak bahwa dia adalah buah hati dari kedua orang tuanya.

Makna dan doa kami pada ALLAH melalui namanya adalah Semoga anak kami menjadi pribadi muslim yang sholeh dan menjadi pencipta solusi bagi kehidupan manusia dan cekatan serta taat pada orang tuanya agar bisa menjadi bekal hidupnya dalam menuju Sang Pemilik Kehidupan… Semoga… BarrokALLAH…

Selamat datang buah hatiku…
pujaan hatiku…belahan jiwaku…
Semoga hidupmu tetap teguh dalam imanmu…
Semoga hidupmu tetap penuh dalam kesadaranmu…
Semoga hidupmu tetap indah dalam ketampananmu…
Semoga hidupmu tetap megah dalam kesahajaanmu…
Semoga hidupmu tetap bermakna dalam karyamu…
Semoga hidupmu tetap merdu dalam tutur katamu…
Semoga hidupmu tetap dalam naungan dan lindungan Sang Pemilik Hidupmu…
selalu…sekarang dan selama-lamanya…

BarrokALLAHumma amiin…

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized