UP Mart – the way we going UP

Komunitas mitra kami memiliki produk – produk unggulan. Namun sayangnya karena produk – produk tersebut terbilang masih baru maka pasar tidak dengan mudah menerima karena berbagai kendala mulai dari masih tidak adanya ijin produksi, produk yang kurang dikenal, sampai produk dengan penampilan yang kurang menarik. Oleh karena itu, Yayasan INISIATIF dengan Koperasi Kredit Wiwit Kamulyan memiliki produk investasi yang kegiatan investasinya dikelola melalui sebuah toko retail yang bernama UP Mart. Toko retail UP Mart ini muncul sebagai sebuah wadah bagi produk – produk komunitas yang kesulitan masuk ke toko – toko retail berwaralaba seperti in**maret atau al**mart. Menjawab permasalahan tersebut, maka kami membuat toko retail yang berlokasi di Jl. Raya Perak, Dsn. Tondowulan, Ds. Temuwulan, Kec. Perak, Kabupaten Jombang.

Bisnis retail ini bermula dari gerakan 500, sebuah gerakan menyisihkan pendapatan 500 Rupiah setiap hari. Selama setahun, anggota komunitas memiliki Rp. 182.500,-. Hasil penyisihan pendapatan mereka ini akhirnya disepakati untuk diinvestasikan melalui kegiatan usaha yang bisa menjadi ajang promosi dan berjualan produk – produk komunitas. Namun, karena jumlah investor yang terdiri dari abang tukang becak, pemulung, pedagang pecel keliling, tukang rosok keliling, tukang klebetan, pedagang kaki lima dan petani – petani di beberapa desa memiliki jumlah yang lebih dari 100 orang, maka skema investasinya harus melalui Koperasi Kredit Wiwit Kamulyan (K-CUW) agar tidak menyalahi peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan.

UP Mart sendiri merupakan salah satu unit bisnis dari PT. Universal Prioritas Mandiri. Harapan kami, UP Mart ini mampu menjadi social enterprise yang berupaya menjawab permasalahan komunitas dalam hal pemasaran produk – produk mereka. UP Mart sendiri tidak hanya menjual produk – produk komunitas, namun juga produk – produk lain yang ada di pasar. Gedung UP Mart di Jl. Raya Perak, Temuwulan, Perak – Jombang  ini memiliki dua lantai. Lantai satu digunakan sebagai mini market sedangkan lantai dua digunakan sebagai mini cafe. UP Mart juga memiliki produk layanan toilet dengan air panas, karena letaknya yang ada di jalur antar propinsi (Surabaya – Yogyakarta) bisa memberikan layanan mandi dengan air hangat bagi para konsumen yang sedang dalam perjalanan guna melepaskan lelah atau mempersiapkan diri saat akan menuju ke tempat tujuan.

Mini cafe UP Mart juga menyediakan berbagai menu pilihan yang sangat lezat. Menu makanan ringan dan minuman serta ice cream bisa menjadi pilihan saat anda dalam perjalanan menuju Surabaya atau menuju Yogyakarta dan Kediri. Letak mini cafe yang berada di atas memiliki balkon sehingga konsumen yang sedang menikmati kopi bisa sambil menikmati pemandangan lalu lintas jalur propinsi dari lantai 2 gedung UP Mart ini.

UP Mart juga menyediakan beberapa produk unggulan komunitas yang bersifat organik. Produk organik tersebut antara lain berupa beras organik, sayuran organik, tiwul instan, jahe merah instan dan secang yang diolah dari bahan organik.

Jika anda sedang dalam perjalanan melewati jalan raya Perak (Jalur Surabaya – Yogyakarta) maka silahkan mampir untuk menikmati sensasi ngopi sambil melihat jalur lalu lintas dari atas gedung UP Mart dan beli oleh – oleh berupa produk buatan komunitas miskin kota dan desa di Jombang.


 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Community Developement, entrepreuner, Social Entrepreneurship

Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan (pengalaman pribadi)

Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) karena periode kepengurusan saya di PC Lakpesdam NU Jombang sudah berakhir. Persoalan muncul saat saya sadari kalau ternyata kartu BPJS Ketenagakerjaan saya hilang atau mungkin terselip di suatu tempat dan saya tidak bisa menemukannya. Karena salah satu syarat wajib pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan adalah kartu BPJS Ketenagakerjaan yang  asli, maka saya terpaksa harus meminta surat keterangan kehilangan ke pihak kepolisian. Akhirnya, saya pergi ke polsek terdekat (kebetulan kantor polsek kota Jombang ada di timur kantor PC Lakpesdam NU Jombang). Di kantor Polsek, langsung saja meminta surat kehilangan di posko jaga, nanti akan diminta informasi individu kita dan juga nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan miliki kita yang hilang. Prosesnya cepat, tidak sampai 30 menit sudah selesai.

Setelah surat keterangan kehilangan dari kepolisian selesai, saya langsung menuju ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Satpam di kantor BPJS Ketenagakerjaan Jombang langsung menanyakan keperluan saya ke sana. Kemudian, satpam yang baik hati tersebut langsung memberikan penjelasan dan menyodorkan secarik kertas berisi syarat – syarat mencairkan JHT BPJS TK tanpa saya harus antri menunggu giliran pelayanan di Customer Service (CS). Berikut daftar kebutuhan dokumen untuk klaim JHT BPJS TK :

  1. kartu BPJS TK yang asli dan foto copy atau jika kehilangan butuh Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian asli dan foto copy serta surat keterangan kehilangan kartu BPJS TK dari perusahaan atau tempat anda bekerja.
  2. KTP yang asli dan foto copy.
  3. Kartu Keluarga (KK) yang asli dan foto copy.
  4. Surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan atau penetapan pengadilan hubungan industrial yang asli dan foto copy.
  5. surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan jika masih tetap bekerja di perusahaan.
  6. surat pemberitahuan dari perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja yang berisi stempel legalisir tembusan kepada BPJS Ketenagakerjaan yang asli dan fotocopy.
  7. Formulir JHT yang telah diisi asli dan rangkap copy.
  8. Buku tabungan  pemiliki rekening yang asli dan foto copy.
  9. Surat permohonan atau perusahaan untuk mencairkan JHT BPJS TK.

Setelah dicek kelengkapan syarat dokumen, maka saya segera ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jombang. Karena kantor BPJS TK di Jombang adalah kantor cabang pembantu, maka jumlah klaim yang bisa ditangani per hari sebatas 25 orang saja. Berdasarkan info tersebut akhirnya saya berangkat pagi jam 06.00 pagi dan di depan kantor yang masih tutup sudah ada beberapa orang yang antri. Dikarenakan saya harus mengantar anak saya ke sekolah maka secara sukarela ada orang lain yang sudah mengantri secara sukarela membantu dengan mengkolektifkan KTP para peserta BPJS yang akan mengantri untuk nanti ditukarkan ke satpam dengan nomor antrian, dan akhirnya saya mendapatkan antri nomor 15. Setelah saya mengantar anak ke sekolah, 1 jam berikutnya saya kembali ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Jombang dan ternyata diberitahu kalau jaringan internetnya sedang bermasalah karena kabel telkomnya terputus terkena pekerjaan penggalian oleh dinas Pekerjaan Umum yang sedang membuat saluran air. Satpam BPJS Ketenagakerjaan Jombang memberikan saran untuk mengurus ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto karena di sana adalah kantor cabang dan tidak ada batas maksimal pengurusan pencairan JHT BPJS TK.

Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto yang terletak di Jl. Gajah Mada no.135 (letaknya di sebelah utara kantor walikota Mojokerto atau di depan bekas RSUD Mojokerto yang lama). Sesampainya di kantor BPJS TK Mojokerto saya langsung masuk dan disambut oleh satpam yang juga menanyakan keperluannya dan kembali saya disodorkan map plastik dan formulir serta nomor urut antrian yang kebetulan saya mendapatkan nomor antri 56. Saat sampai di kantor BPJS TK Mojokerto saya lihat nomor antrian tertera 37 dan waktu menunjukkan pukul 10:58. Saat tiba giliran saya, waktu menunjukkan pukul 11:35. Cukup cepat giliran antriannya karena memang BPJS TK Mojokerto menyediakan 3 (tiga) pelayanan Customer Service.

Saat tiba giliran saya menghadap mbak cantik yang menjadi Customer Service di meja 01, saya langsung menyodorkan berkas kelengkapan pencairan JHT milik saya. Beberapa pertanyaan musti saya jawab, seperti nama ibu kandung, alamat rumah, nama perusahaan, dll. Kemudian setelah dicek kelengkapan dokumen saya, mbak cantik yang saya tidak tahu namanya langsung minta permisi untuk memfoto saya dengan kamera kecil. Setelah difoto, berkas asli diserahkan kembali ke saya dan diberitahukan kalau pencairan JHT saya membutuhkan waktu 2 sampai 10 hari dan jika lebih dari 10 hari dipersilahkan menelpon ke kantor BPJS TK Mojokerto untuk diproses lebih lanjut. Nah, selesai sudah urusan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Semoga informasi ini bisa membantu anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Rumah baru : Rumah INISIATIF

Sejak tahun 2015, saya dengan kolega (D. Hasbiyalloh Darajat dan Abdul Wahab) membuat sebuah lembaga Yayasan INISIATIF (Pusat Studi Untuk Transformasi dan Advokasi Ekonomi Kesehatan Lingkungan Perdamaian Konstruktif). Namun, kegiatan Yayasan INISIATIF masih belum optimal karena kesibukan kami yang masih harus menjalankan program – program kerja di PC Lakpesdam NU Jombang. Semenjak Agustus 2017, kami bertiga sudah tidak lagi menjadi pengurus PC Lakpesdam NU Jombang, sehingga kami sudah bisa mulai fokus mengerjakan berbagai program – program di Yayasan INISIATIF.

Yayasan INISIATIF ini sebenarnya mulai bergerak sebelum tahun 2015, tepatnya semenjak tahun 2012. Sebelumnya nama organisasi ini adalah Kampung Institute, kemudian pada tahun 2013 berubah menjadi Kampung Inisiatif dan barulah pada tahun 2015 secara resmi berubah menjadi Yayasan INISIATIF dengan Akta Nomor 65 Tanggal 31 Maret 2015 dari Notaris Eka Listianawati, S.H., M.Kn. dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0005160.AH.01.04. TAHUN 2015.

Nilai – nilai yang diemban oleh Yayasan INISIATIF ini seringkali kami sebut dengan “J-Kresna” (Jujur, kredibel, setara, transparan, bertanggung jawab). Nilai-nilai ini dipegang sebagai manifestasi dari cara bersikap dan bertindak dalam memperjuangkan tercapainya visi misi organisasi. Motto yang menjadi landasan bergerak kami adalah “sebuah aksi untuk dunia yang lebih baik, segera bertindak !”.

Kami mendampingi berbagai komunitas, mulai dari komunitas miskin desa dan kota. Kami juga memiliki kantor biro di Kediri dan Malang. Kegiatan yang dilakukan lebih pada pendampingan pemberdayaan komunitas desa dan kota. Kegiatan yang kami lakukan antara lain adalah pendampingan petani dalam wacana dan praktik pertanian selaras alam, penciptaan produk – produk unggulan komunitas, community based tourism, komunitas berbasis gender, demokrasi dan partisipasi aktif dalam pembangunan perdesaan.

Semenjak Februari 2017, Yayasan INISIATIF memiliki aplikasi donasi INISIATIF yang bisa didapatkan di aplikasi playstore android. Aplikasi android ini digunakan sebagai media berbisnis dan berbagi. Melalui aplikasi android ini, Yayasan INISIATIF mengajak masyarakat terlibat untuk pengembangan organisasi dalam rangka pemberdayaan kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Melalui kemitraan dengan pengembang aplikasi berbasis android dan penyedia jasa jual dan bayar online. Maka, segera bertindak !

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kehadiran Si Buah Hati #3

ALHAMDULILLAH…

pada hari Sabtu Pon, tanggal 5 Desember 2015, jam 12:08 WIB telah lahir anak ketiga kami di RS Airlangga Jombang melalui proses operasi Caesar oleh dr. Rizal Fitni, Sp.OG. Si kecil lahir belum genap 9 bulan (sekitar masih 36 bulan) sehingga  berat badannya hanya 2,42 Kg dan panjang 46 cm. Namun AlhamduLILLAH si kecil memiliki kondisi yang sehat.

seperti halnya, saat kelahiran Naya dan Fifi, aku hanya bisa memandanginya dengan kagum dan takjub. Kemudian, saya mendengungkan dengan lirih “adzan” di telinga kanan dan “iqomah” di telinga kirinya, kemudian kubisikkan kepadanya untuk menjalankan ibadahnya dengan khusyu’ dan tuma’ninah agar selalu ingat bahwa hidupnya adalah ibadah dan selalu ingat kepada ALLAH SWT dan saya berdoa meminta kepada ALLAH agar hidupnya diberkahi keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Kami sepakat untuk memberikan nama anak laki-laki kami dengan :

“FATHIR HUDAN AL-FARINDY”

P_20151207_072436

Nama Fathir berasal dari bahasa Arab yang berarti pencipta. Hudan juga berasal dari bahasa Arab yang berarti solusi kehidupan. sedangkan Al-Farindy merupakan gabungan namaku dan istriku yang juga dalam bahasa Arab bermakna dengan “cekatan” yang juga sekaligus mengingatkannya kelak bahwa dia adalah buah hati dari kedua orang tuanya.

Makna dan doa kami pada ALLAH melalui namanya adalah Semoga anak kami menjadi pribadi muslim yang sholeh dan menjadi pencipta solusi bagi kehidupan manusia dan cekatan serta taat pada orang tuanya agar bisa menjadi bekal hidupnya dalam menuju Sang Pemilik Kehidupan… Semoga… BarrokALLAH…

Selamat datang buah hatiku…
pujaan hatiku…belahan jiwaku…
Semoga hidupmu tetap teguh dalam imanmu…
Semoga hidupmu tetap penuh dalam kesadaranmu…
Semoga hidupmu tetap indah dalam ketampananmu…
Semoga hidupmu tetap megah dalam kesahajaanmu…
Semoga hidupmu tetap bermakna dalam karyamu…
Semoga hidupmu tetap merdu dalam tutur katamu…
Semoga hidupmu tetap dalam naungan dan lindungan Sang Pemilik Hidupmu…
selalu…sekarang dan selama-lamanya…

BarrokALLAHumma amiin…

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kehadiran Si Buah Hati #2

ALHAMDULILLAH…

pada hari Jumat, 21 Pebruari 2014, jam 22:10 WIB telah lahir putri kedua kami di RS Airlangga Jombang melalui proses operasi Caesar oleh dr. Rizal Fitni, Sp.OG. Si kecil lahir dengan berat 2,9 Kg dan panjang 49 cm. Uniknya, persalinan ini dilakukan bersamaan dengan persalinan fifi rafikeponakan kami dan selain itu kami harus pula berbagi kamar karena kamar yang lain sudah penuh terisi. Proses persalinannya-pun hanya selisih satu jam saja dan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki.

seperti halnya, saat kelahiran Naya, aku hanya bisa mendengungkan dengan lirih “adzan” di telinga kanan dan “iqomah” di telinga kirinya, kemudian kubisikkan kepadanya untuk menjalankan ibadahnya dengan khusyu’ dan tuma’ninah agar selalu ingat bahwa hidupnya adalah ibadah dan selalu ingat kepada ALLAH SWT.

Setelah berdiskusi sampai pada hari ke-7, si kecil kami putuskan diberi nama :

“FATHIYYAH AFIQAH FARINDY”

fifi new born

Fathiyyah dalam bahasa Arab diartikan dengan “berakhlak baik”. Afiqah juga dalam bahasa Arab bisa diartikan dengan “cerdas”. sedangkan Farindy merupakan gabungan namaku dan istriku yang juga dalam bahasa Arab bermakna dengan “cekatan” yang juga sekaligus mengingatkannya kelak bahwa dia adalah buah hati dari kedua orang tuanya.

Doa yang kami panjatkan untuk anak kedua ini adalah semoga anak ini menjadi anak yang berakhlak baik, cerdas dan cekatan serta taat pada orang tuanya agar bisa menjadi bekal hidupnya dalam menuju Sang Pemilik Kehidupan… Semoga… BarrokALLAH…

Selamat datang buah hatiku…
pujaan hatiku…belahan jiwaku…
Semoga hidupmu tetap teguh dalam imanmu…
Semoga hidupmu tetap penuh dalam kesadaranmu…
Semoga hidupmu tetap indah dalam kecantikanmu…
Semoga hidupmu tetap megah dalam kesahajaanmu…
Semoga hidupmu tetap bermakna dalam karyamu…
Semoga hidupmu tetap merdu dalam tutur katamu…
Semoga hidupmu tetap dalam naungan dan lindungan Sang Pemilik Hidupmu…
selalu…sekarang dan selama-lamanya…

BarrokALLAHumma amiin…

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

UMK lagi…UMK lagi…

Pada hari Sabtu, 26 November 2011 saya diundang oleh Radio Suara Warga di acara Warung Komunitas. Undangan ini membicarakan topik UMK 2012 Kabupaten Jombang. Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dewan Pengupahan menetapkan UMK para buruh di tahun 2012 yang ditetapkan sejumlah Rp.978.200 dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Rp.1.022.259. Jumlah tersebut berbeda dari hasil survey yang dilakukan oleh Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) yang menghasilkan KHL sebesar Rp.1.636.418. Lantas pertanyaannya adalah pihak mana yang benar ? Saat diminta rincian pembentukan KHL oleh para Buruh, Dewan Pengupahan tidak bisa memberikannya dengan alasan bahwa dokumen tersebut adalah “Rahasia Negara”, sungguh sangat naif sekali mengingat keputusan tersebut tidak mengancam stabilitas negara dan berdampak pada kesejahteraan buruh setahun ke depan.

Perbedaan kepentingan dan paradigma menjadi bahasan dalam penentuan UMK tersebut. Ini dikarenakan buruh mengharapkan upah yang diterima bisa mencukupi kebutuhannya sedangkan pengusaha mengharapkan upah minimum yang ditentukan tidak terlalu besar agar keuntungan yang didapatkan lebih banyak. Perbedaan point of view ini mengharuskan dibentuknya sebuah sistem penentuan upah minimum yang menjembatani antara dua belah pihak.

Mekanisme Pembentukan UMK

Sebenarnya, seperti apakah dan bagaimana cara menentukan UMK di sebuah kabupaten ? UMK ditentukan oleh Dewan Penelitian Pengupahan Nasional (DPPN). Lembaga ini merupakan tripatrit plus yang terdiri dari Serikat Buruh (perwakilan dari buruh), Apindo (perwakilan pengusaha), pemerintah dan Akademisi. Usulan UMK telah dievaluasi dan dimusyawarahkan berdasarkan data yang ada, kemudian mereka analisis dengan mempertimbangkan KHM (kebutuhan hidup manusia); IHK (indeks harga konsumen); perluasan kesempatan kerja; upah pada umumnya berlaku secara regional; kemampuan, perkembangan dan kelangsungan perusahaan; tingkat perkembangan perekonomian.

sejak tahun 1956, penentuan kebutuhan hidup manusia ditentukan oleh Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) secara tripatrit dan para ahli gizi yang memperkirakan berapa kebutuhan minimum pekerja sehingga dia dapat hidup sehat dan mampu bekerja dengan baik. Berdasarkan KFM diketahui bahwa kebutuhan konsumsi makan dan minum pekerja adalah 3.000 kalori untuk pekerja berstatus lajang (belum menikah). KHM di Indonesia ditetapkan melalui surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No : 81/MFN/1995 29 Mei 1995 tentang Penetapan Komponen Kebutuhan Hidup Minimum.

Berdasarkan KFM maka Dewan Pengupahan menggunakan pendekatan survey untuk menentukan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di beberapa pasar, baik pasar induk maupun pasar umum serta data statistik di Biro Pusat Statistik. Adapun pendekatan survey dilakukan kepada 46 komponen yang terdiri dari 5 komponen, yaitu Komponen makanan dan minuman, komponen Sandang, komponen papan (perumahan), komponen kesehatan dan estetika serta komponen aneka kebutuhan lainnya. Komponen tersebut bisa berubah namanya namun kebutuhan inti memiliki komponen tersebut di atas. Untuk di Kabupaten Jombang, berikut ini adalah komponen-komponen yang disurvey :

A. Komponen yang masuk di kategori makanan dan minuman :

1. Beras (kebutuhan 10 Kg)

2. Sumber Protein : Daging (butuh 0,75 Kg), Ikan segar (butuh 1,2 kg) dan Telur ayam  (butuh 1 Kg)

3. Kacang-kacangan (misal: tempe, tahu, dll butuh 4,5 Kg)

4. Susu Bubuk (kebutuhan : 0,9 Kg)

5. Gula Pasir (kebutuhan : 3 kg)

6. Minyak goreng (kebutuhan : 2 kg)

7. Sayuran (misal : kacang panjang, wortel, sawi, dll, kebutuhannya 7,2 Kg)

8. Buah-buahan (misal : jeruk, semangka, pisang, dll, kebutuhannya 7,5 Kg)

9. Karbohidrat lain (misal : mie instan kebutuhannya 3 Kg)

10. Kopi (kebutuhannya 1 Kg)

11. Bumbu-bumbuan (biasanya 15% dari jumlah item 1 s/d 10 di atas)

B. Kelompok komponen Sandang

12. celana panjang (kebutuhannya 1/2 item)

13. kemeja lengan panjang (kebutuhannya 1/2 item)

14. kaos oblong (kebutuhannya 1/2 item)

15. celana dalam (kebutuhannya 1/2 item)

16. sarung (kebutuhannya 1/12 item)

17. sepatu (kebutuhannya 1/6 item)

18. sandal jepit (kebutuhannya 1/6 item)

19. handuk mandi (kebutuhannya 1/12 item)

20. perlengkapan ibadah (kebutuhannya 1/12 item)

C. Kelompok komponen Perumahan

21. Sewa kamar (biasanya kos sekitar pabrik sebulan)

22. tempat tidur / dipan (kebutuhannya 1/48 item)

23. kasur dan bantal (busa tebal 20 cm dengan kebutuhan 1/48 item)

24. Sprei dan sarung  bantal (kebutuhannya 1/6 item)

25. meja dan kursi (1 meja dan 4 kursi merek idola, kebutuhannya 1/48 item)

26. lemari pakaian (kayu 1 pintu, kebutuhannya 1/38 item)

27. sapu (ijuk kebutuhannya 1/6 item)

28. perlengkapan makanan : gelas minum (butuhnya 1/4 item), sendok & garpu (butuhnya 1/4 pasang), piring (butuhnya 1/4 item).

29. ceret aluminium (kebutuhan 1/24 item)

30. wajan aluminium (kebutuhannya 1/24 item)

31. panci aluminium (kebutuhannya 1/6 item)

32. sendok makan (kebutuhannya 1/12 item)

33. kompor (sumbu 16 HOK, kebutuhannya 1/24 item)

34. minyak tanah (kebutuhannya 10 liter)

35. ember plastik (isi 20 liter, kebutuhannya 1/6 item)

36. listrik (kebutuhannya 450 watt setiap bulan)

37. bola lampu pijar (15 watt, kebutuhannya 1/2 item)

38. air bersih (2 m² per bulan)

39. sabun cuci (kebutuhannya 1,5 Kg)

D. Komponen Pendidikan :

40. bacaan (kebutuhannya 1 eksemplar tabloid)

E. Kelompok Komponen Kesehatan :

41. Sarana kesehatan : pasta gigi (butuh 1 item), sabun mandi (butuh 2 item), sikat gigi (butuh 1/4 item), shampo (butuh 100 ml), pembalut (butuh 2 set).

42. obat anti nyamuk (kebutuhan 3 pak)

43. potong rambut (kebutuhan 6/12 kali)

F. Komponen Transportasi

44. transport kerja (kebutuhan 1x pergi – pulang selama 30 hari)

G. Kelompok Komponen Rekreasi & Tabungan

45. Rekreasi (kebutuhan 2/12 kali)

46. tabungan (kebutuhannya 2% dari jumlah item 1 s/d 45).

Survey dilakukan di paling tidak 3 pasar referensi yang terdiri dari pasar induk dan pasar lokal. Untuk survey yang dilakukan oleh kawan² SBPJ dilakukan di 3 pasar yaitu Pasar Legi Jombang, Pasar Ploso dan Pasar Mojoagung. Survey tersebut diperoleh KHL sebesar Rp.1.636.418.

Survey dan perhitungan KHL tersebut memiliki kelemahan sistem, yaitu masih menghitungkan kebutuhan dari buruh yang masih lajang, sedangkan mekanisme perhitungan bagi buruh yang sudah menikah atau memiliki tanggungan anak tidak disebutkan dalam KHL tersebut. Padahal, kebutuhan individu yang sudah berumah tangga biasanya memiliki kebutuhan yang berbeda pula.

Sistem Pengambilan Keputusan Yang Melemahkan Buruh

Survey KHL tersebut kemudian dimusyawarahkan dan diputuskan besarannya di pertemuan Dewan Pengupahan Daerah. Komposisi Dewan Pengupahan untuk di Kabupaten Jombang yang beranggotakan 17 orang yang terdiri dari 3 orang perwakilan dari Serikat Buruh, 4 orang dari perwakilan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), 3 orang Akademisi dan sisanya dari pemerintah.

jumlah perwakilan buruh yang hanya 3 orang melemahkan daya tawar buruh dalam proses pengambilan keputusan di Dewan Pengupahan Daerah. Ini sulit ditambah karena ada ketentuan yang juga melemahkan yaitu perwakilan buruh harus beranggotakan minimal 2.500 orang sedangkan kelompok perwakilan yang lain tidak memiliki ketentuan ini. Apalagi, jika ada mekanisme politis dari pengusaha yang mencoba mempengaruhi dari kelompok lain melalui deal-deal khusus agar tercipta UMK yang diinginkan pihak pengusaha. namun, sebenarnya secara politis keputusan Dewan Pengupahan tidak akan berpengaruh bila tidak diimbangi oleh keputusan Kepala Daerah. Oleh karena itu, keberadaan Kepala Daerah dapat berperan sebagai quality control terhadap keberadaan Dewan Pengupahan Daerah. Namun, kebanyakan kepala Daerah sebagai wakil dari pemerintahan seringkali berpihak kepada pemilik modal karena terkait dengan penanaman modal yang berimbas pada peningkatan ekonomi secara makro.

Perbedaan point of view dari para pengusaha dan buruh memerlukan diskusi yang riil berdasarkan survey yang sesuai secara metodologis. Namun, kita bisa lihat sejarah dan perkembangan dari Kebijakan Publik di negara kita selama ini masih kurang berpihak pada buruh. Orientasi kebijakan ekonomi makro dan mikro lebih cenderung mengedepankan sektor industri riil yang secara tidak langsung lebih condong memihak pada pengusaha selaku pemilik modal. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah hanya sebagai fasilitator atas proses pengambilan keputusan besaran upah minimum. selain itu, kemampuan dari para stakeholder harus seimbang baik jumlah maupun kualitasnya agar tercipta keputusan yang berorientasi pada keadilan, bukan hanya kesejahteraan semata.

kaum buruh, BERSATULAH !

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Pemulung Gedangkeret Membagikan Bingkisan Lebaran

Wow ! kejutan luar biasa terlontar saat pertemuan rutin dengan kelompok pemulung Gedangkeret hari Kamis, 25 Agustus 2011 kemarin. Bagaimana tidak, kemandirian mereka sudah mulai muncul di tengah kondisi finansial mereka yang boleh dibilang masih kurang mapan. Di pertemuan tersebut kelompok pemulung Gedangkeret membagikan bingkisan lebaran kepada semua anggota baik anggota baru, anggota lama, anggota aktif maupun anggota tidak aktif. Bahkan, saya sebagai mitra mereka juga diberikan bingkisan (jadi terharu…).

Bingkisan lebaran yang diberikan oleh kelompok Pemulung Gedangkeret ini meski tidak banyak, namun dapat meringankan sebagian besar anggota kelompok yang notebene memang masih belum mapan secara finansial. Konsep pembagian bingkisan lebaran ini muncul dari inisiatif kelompok dan digagas bersama dengan kami dari Lakpesdam NU Jombang sebagai mitra mereka. Biaya untuk menyelenggarakan acara ini berasal dari dana kelompok yang diperoleh dari Sisa Hasil Usaha (SHU) dari simpan pinjam yang mereka lakukan selama hampir 1 tahun.

Perkembangan psikologis keorganisasian kelompok yang sudah mulai responsif terhadap ancaman ketidak-pastian akan posisi mereka di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Gedangkeret membuat mereka tanggap. Pola-pola kemandirian, peningkatan kesadaran diri, serta ke-guyub-an sosial antar anggota kelompok menjadi point interest tersendiri atas perkembangan kelompok Pemulung Gedangkeret.

Harapan akan kemandirian kelompok dan bahkan sampai ke tiap-tiap anggota kelompok menjadi sebuah visi jelas bagi para anggota kelompok. Pelan, namun pasti, perkembangan komunitas menjadi sebuah organisasi yang mapan mulai terbentuk. Sudah ada beberapa anggota kelompok yang dengan sukarela menjadi pengurus, pengelola uang, pencatat keuangan, mencari update data dari pamong praja di desa Banjardowo, menyelesaikan perselisihan antar anggota kelompok atau di luar kelompok bahkan aktif untuk mengorganisir pertemuan kelompok.

Meski masih awal dan belum menjadi indikator keberhasilan perkembangan organisasi kelompok pemulung Gedangkeret, namun pijakan-pijakan milestone sudah mulai bisa digunakan. Pola kemandirian dan social critism sudah mulai terasa sering muncul di setiap komunikasi antar anggota kelompok. Terima kasih teman-teman pemulung. Semoga langkah-langkah kecil kalian membawa keberkahan dan keberhasilan mentas dari kemiskinan !

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized