KAIZEN

Akhir tahun ini saya diharuskan memberikan sharing knowledge dengan rekan-rekan guru di tempat saya bekerja. Di tengah kebingungan mencari materi yang tepat, tiba-tiba saya menemukan sebuah buku di ruang Tata Usaha. Buku tersebut berjudul “KAIZEN” yang dikarang oleh Masaaki Imai. Awalnya saya pikir buku tersebut merupakan buku manajemen strategi karena subtitle yang diberikan pada buku tersebut adalah kunci sukses Jepang dalam persaingan, tetapi ternyata KAIZEN merupakan sebuah landasan filosofi perilaku yang menghargai proses dalam setiap kehidupan masyarakat Jepang. Mungkin karena sang penulis merupakan wakil Jepang dalam studi komparasi sektor-sektor privat di Amerika sehingga beberapa kajian empiris yang diberikan masih dalam ranah industri sehingga lebih cenderung terkesan dalam bidang strategi manajemen. Bahkan kini KAIZEN telah menjadi sebuah gairah hidup masyarakat Jepang yang melandasi hampir setiap masyarakat Jepang dalam bekerja dan menjalani hidup. Bahkan di Jepang ada institut KAIZEN (www.kaizen-institute.com) agar tercipta sebuah negara yang berjalan dengan orientasi terhadap KAIZEN di Jepang.
KAIZEN sendiri secara harfiah diartikan “Penyempurnaan”. Pengertian tersebut memberikan makna yang luas terhadap penerapan KAIZEN dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam penerapan manajerial, KAIZEN sendiri lebih mengarah pada Total Quality Control (TQC), Zero Defects (ZD), Just In-Time (JIT) dan beberapa kegiatan lain yang mengarah pada pengendalian mutu dan pengembangan mutu melalui berbagai penyempurnaan menuju kesempurnaan sistem.
Konsep Utama KAIZEN sendiri terdiri dari beberapa hal yaitu antara lain adalah Kaizen dan strategi manajerial, Orientasi Proses melawan orientasi Hasil, mengikuti siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dalam operasional, mengutamakan kualitas, berbicara dengan data akurat, serta proses berikutnya berorientasi pada pelanggan.
Konsep Kaizen dan Strategi Manajerial di dalam KAIZEN menjelaskan bagaimana sebuah manajemen dalam menjalankan organisasi selalu berorientasi pada perawatan dan pengembangan. Top management memiliki kewenangan bekerja dalam ranah pengembangan yang lebih besar daripada level manajemen di bawahnya, begitu pula sebaliknya, para pekerja memiliki kewenangan bekerja dalam ranah perawatan yang lebih besar daripada level top management.
Konsep Kaizen lebih diarahkan pada penerapan orientasi proses yang mengevaluasi hasil daripada pekerjaan yang hanya berorientasi pada hasil. Konsep ini menjadi dasar dalam “penyempurnaan-penyempurnaan” yang dilakukan oleh manajemen dalam mengaplikasikan KAIZEN.
Konsep PDCA (Plan-Do-Check-Act) merupakan konsep inti dari Quality Assessment di dalam organisasi. Konsep ini merupakan kesinambungan konsep yang berlaku dalam menjalankan organisasi sehingga diharapkan dapat tercapai penyempurnaan sistem yang lebih baik dari sebelumnya.
Menempatkan kualitas sebagai landasan utama dalam proses produksi suatu organisasi menjadikan KAIZEN sebagai sebuah landasan berpikir dan bertindak agar tercipta hasil yang berkualitas. Kualitas produk yang prima memberikan multiplier terhadap budaya organisasi sehingga manajemen akan berupaya untuk menjaga kualitas produk tetap prima dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Keputusan-keputusan dalam KAIZEN harus diambil berdasarkan data yang akurat dan valid agar dapat meminimalkan risiko yang diambil dalam pengambilan keputusan. selain itu, konsep terakhir adalah orientasi pada konsumen menjadi sangat penting. Hal ini mengingat kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran manajerial juga berdampak pada konsumen sebagai faktor eksternal yang sangat berperan terhadap jalannya organisasi.
Kira-kira itulah beberapa pemikiran utama tentang KAIZEN. Bagaimanakah peranannya dalam dunia pendidikan terutama di Indonesia? Suatu saat saya akan coba bahas….sebagai aplikasi KAIZEN bagi diri saya pribadi….

2 Komentar

Filed under Uncategorized

2 responses to “KAIZEN

  1. ratri

    Saya juga sangat tertarik dengan penerapan kaizen pada pendidikan di Indonesia, Pak. Saat ini saya dan teman2 sedang mencoba membuat karya tulis tentang penerapan kaizen dalam pendidikan untuk meningkatkan soft skill bagi lulusan perguruan tinggi agar siap menghadapi dunia kerja. Tapi terkendala dengan telaah empiris. Kami susah sekali mencari penelitian yang meneliti tentang kaizen dalam pendidikan. Kami harap Bapak bisa membantu kami…

    Semoga pendidikan Indonesia bisa lebih baik lagi…Sukses terus buat para pengajar!!!!
    Terima kasih…

  2. thank tulisannya …
    manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s