How Be Positive Are You?

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah buku di perpustakaan sekolah yang isinya tentang motivasi untuk berpikir positif. Judulnya adalah “Be Positive“, sebuah buku karangan Phil Clements. Buku karangan ahli psikologi ini memberikan sebuah wacana lama yang lebih aplikatif. Hal ini karena buku tersebut memuat tools atau suplemen untuk merancang seberapa positifkah kita? Tools tersebut diambil dari penelitian penulisnya selama beberapa tahun, sehingga tidak heran jika buku tersebut sangat aplikatif dan mudah untuk digunakan.

Bersikap positif memang sebuah sikap yang luar biasa ! bayangkan saja, dengan bersikap positif saja seseorang bisa berjalan di atas batu bara panas seperti yang dilakukan oleh Anthony Robins. Akan tetapi, banyak dari kita masih seringkali bersikap negatif terutama atas eksistensi diri kita sendiri. Lantas, bisakah sikap positif itu dipelajari? dapatkah sikap positif itu dibentuk? Jawaban saya berdasarkan apa yang saya baca adalah “iya“!

Buku ini pada bagian awal memuat ciri-ciri dari sikap positif. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah: bersikap netral atas kondisi apapun yang kita hadapi, mampu mengendalikan diri maupun situasi di sekeliling kita, kreatif dalam berpikir dan berencana, mampu menangani dan mengelola perubahan baik diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya, bersikap optimis atas segala sesuatu, serta mampu mengkomunikasikan secara efektif semua ciri-ciri atau sifat-sifat yang telah disebutkan sebelumnya.

Pada bab berikutnya, Phil Clements memberikan keterangan atas hasil penelitiannya bahwa sikap positif seseorang merupakan karakter yang bisa dipelajari dan dikembangkan asalkan orang tersebut bersikap positif bahwa dia bisa berubah menjadi positif. Beberapa langkah menjadi positif dapat dilakukan dengan cara menjalani terapi positif melalui evaluasi-evaluasi kegiatan yang kita lakukan berdasarkan scorecard atas respon atau tindakan tertentu.

Program menjadi orang yang positif khususnya dalam bermanajemen menurut Phil Clements harus didasari pada beberapa aturan ketat. Aturan tersebut antara lain adalah bersikap profesional atas posisi kita, memiliki visi, berorientasi pada tim dan kemajuannya, menjadi individu yang sehat baik fisik maupun mental, serta bersikap adil atas apa yang kita hadapi.

Berdasarkan buku ini, bersikap positif memberikan banyak sekali manfaat khususnya dalam bermanajemen. Bagi diri kita sendiri sebagai manajer (minimal manajer bagi diri kita sendiri), manfaat yang bisa didapatkan adalah kita dapat menjadi orang yang lebih efektif dalam kegiatan yang kita lakukan, kita dapat lebih nyaman dengan kondisi yang kita miliki, serta yang pasti prospek karir kita akan meningkat dalam jangka waktu tertentu jika kita konsisten. Manfaat bagi orang-orang yang kita kelola antara lain adalah mereka akan menjadi bekerja lebih giat, mereka akan menjadi lebih efektif dalam bekerja, mereka akan lebih termotivasi dalam bekerja, serta mereka akan memiliki panutan karena menduplikasi apa yang kita lakukan. Manfaat bagi orang-orang yang mengelola kita atau atasan kita adalah mereka dapat mengandalkan kita dalam pekerjaan yang kita lakukan, kualitas dan efisiensi kerja mereka akan meningkat sejalan dengan peningkatan kualitas dan efisiensi kerja kita, masalah-masalah yang muncul dapat direduksi sehingga memperbanyak opportunity cost kita dan pimpinan kita, sasaran-sasaran organisasi bisa lebih besar chance-nya untuk dicapai karena alokasi waktu kita yang lebih lebar berkat efisiensi kerja kita, serta pada akhirnya manajemen dapat menjadi manajemen berdasarkan kualitas bukan pada pengawasan. Sedangkan manfaat bagi para klien kita adalah meningkatnya pelayanan yang kita lakukan sehingga dapat meningkatkan peluang-peluang baru terhadap pelanggan kita.

Bagian akhir dari buku ini mengupas tentang seni bersikap positif. Adapun bagian dari seni bersikap positif ini antara lain adalah pertama, bagaimana kita menyikapi keberhasilan dan kegagalan kita. kedua, seni menerima umpan balik yang positif baik itu dari diri kita sendiri maupun orang lain. ketiga, seni memberi umpan balik positif. keempat, bersikap tulus atas tindakan kita. kelima, mengembangkan citra diri positif berdasarkan ciri-ciri orang yang bersikap positif. keenam, bersikap positif tidak sama dengan sikap negatif sehingga kita dapat mengintropeksi dan mengoreksi sikap yang negatif pada diri kita.

Kekuatan berpikir positif yang telah kita latih akan mampu memberikan dorongan maupun rangsangan positif dari tindak-tanduk kita sehari-hari sehingga kita dapat dengan mudah mencapai apa yang menjadi target dalam kehidupan kita. Hal besar yang seringkali kita anggap kecil ini menjadi sebuah stimulus optimal dari pola mindset kita. Nah, seberapa positifkah kita atas diri kita sendiri? Jika anda ingin mengukur ke-positif-an anda, kiranya buku ini perlu anda baca dan praktekkan suplemen-suplemen yang ada di dalam buku ini…niscaya dengan ke-positif-an anda, anda dapat menjadi pribadi yang lebih positif…

so…how be positive are you?

Tinggalkan komentar

Filed under Blogroll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s