Outbound RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo

Hari Minggu, 13 Juli 2008, manajemen RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo melakukan kegiatan outbound bagi karyawannya. Pelaksanaan outbound tersebut dilakukan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) di desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya persis di bawah candi Jolotundo dengan setting hutan di kaki pegunungan Penanggungan dan Arjuno.

 

Kami berangkat dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo (RSMD) pagi-pagi sekali, tepatnya pada pukul 06:00, (waktu yang tepat untuk tidur molor di minggu pagi yang cukup dingin). Para karyawan terlihat antusias meskipun harus melawan dinginnya pagi. Kami berangkat menaiki bis kecil sewaan yang hanya memuat 32 orang. Di dalam bis, para karyawan menikmati perjalanan dengan berkaraoke ria melantunkan lagu dangdut favorit mereka. Akhirnya, setelah 1,5 jam perjalanan kami-pun sampai di lokasi PPLH.

 

Rindangnya lokasi, uniknya bangunan yang ada, indahnya pemandangan dan juga dinginnya suhu udara di sana membuat kami merasa lebih fresh dari biasanya, rasanya terbayarkan sudah kewajiban kami bangun pagi-pagi sekali. Setelah masuk, kami diantarkan ke sebuah bangunan rumah kecil berukuran sekitar 6 X 6 meter dengan 3 lantai (satu lantai di atas dan satu lagi di bawah tempat kami berkumpul karena bangunannya mengikuti contour tanah yang ada sehingga terkesan lantai dasar berada di bawah tanah). Kemudian, karena saya menahan buang air kecil sejak perjalanan, maka saya langsung menuju ke toilet yang terletak di dekat lantai 1 di bawah. Saat membuka pintu kamar mandi yang letaknya di luar bangunan rumah tersebut saya langsung terkejut. Ternyata, kamar mandi yang digunakan di sana tembok yang berada di balik pintu tersebut hanya setinggi 1 meter, sehingga saya bisa melongok keluar kamar mandi dengan view kebun yang rimbun. Karena hasrat pipis saya lebih besar dari pada hasrat keanehan tersebut, maka tanpa pikir panjang saya tetap buang air kecil di toilet itu meski rasanya kikuk juga karena khawatir bisa terlihat dari luar.

 

Setelah itu, pada pukul 08:00 kami berkumpul dan bertemu dengan para panitia dari PPLH Seloliman. Panitia yang menyambut kami bernama pak Sanat, kemudian beliau memperkenalkan para rekannya yaitu mbak Galuh, mbak Siti, Mas Alunata dan mas Jupri. Setelah perkenalan, kami dibagi menjadi 3 kelompok. Cara pembagiannya unik juga, setiap orang harus menyebutkan kata “Aku”, “Sayang” dan “Padamu” dengan penuh ekspresi. Akhirnya setiap orang terbagi atas 3 kelompok yaitu kelompok peserta yang mengatakan “Aku”. Kelompok “Sayang” dan kelompok “Padamu”. Kebetulan saya berada di kelompok “Padamu”. Setelah dibagi menjadi 3 kelompok, maka kami diajak berkeliling di areal PPLH Seloliman. Areal yang dimiliki lebih dari 3 hektar tersebut terdiri dari bagian utama (kantor, restoran, aula utama, aula kecil, mushola, dapur, bungalow, guest house, informasi dan toko), bagian kebun toga, bagian kebun tanaman keras, bagian kandang, dan bagian lapangan. Kemudian, kami berkumpul di lapangan untuk melakukan kegiatan game.

 

Sebelum permainan pertama dilakukan, kami dipandu oleh seorang trainer yang bernama Mas Joko. Kemudian kami diharuskan membuat lingkaran besar yang mengelilingi mas Joko. Kami diharuskan menangkap sebuah bola kecil dan harus mengucapkan terima kasih, menyebutkan nama lalu menyebutkan hobi masing-masing kemudian kita harus menyebutkan kepada siapa bola tersebut akan dilemparkan. Untuk menyelesaikan keseluruhan 30 orang ternyata kami hanya membutuhkan waktu 3 menitan dari 15 menit yang kita targetkan sendiri di awal permainan. Sesi ini berfungsi untuk mempererat pertemanan dan menggali informasi diri dari rekan sekerja.

Kemudian kegiatan selanjutnya adalah permainan kelompok. Setiap kelompok harus membuat slogan kelompok dan yel-yel nyanyian kelompok beserta gerakannya. Pada kegiatan ini ternyata para rekan-rekan sangat kreatif dan mampu membuat yel-yel dan lagu serta gerakan yang luar biasa bagus. Setelah itu, semua kelompok harus meneriakkan yel-yel serta nyanyian kelompok secara bersamaan. Alhasil, suasana menjadi sangat ramai sekali dan saling beradu teriakan yel-yel serta nyanyian. Hutan PPLH yang sedianya sepi mendadak menjadi sangat ramai sekali. Arah dari sesi ini adalah menggali potensi kreativitas para karyawan serta tetap memicu semangat kerja dari para karyawan melalui slogan-slogan atau motto tertentu.

 

Kegiatan berikutnya adalah permainan menyeberangkan raja atau ratu. Peraturannya adalah kita harus memilih satu orang untuk dijadikan raja atau ratu yang diseberangkan ke seberang lapangan dan kembali menyeberang lagi ke posisi semula dengan cara menginjaki para anggota kelompok yang lain. Karena lapangannya lebar, maka para anggota yang lain yang menjadi rakyat harus menyediakan diri untuk diinjak-injak agar bisa menjadi jembatan bagi para rajanya atau ratunya Jika raja atau ratu terjatuh, maka kelompok yang bersangkutan harus memulai lagi dari awal. Kebetulan, pada sesi ini kelompok saya yang menjadi pemenangnya. Sesi ini dilakukan untuk menguji ketangkasan dan kekuatan fisik dari para karyawan….

 

Pada sesi berikutnya, materi training-nya adalah kayu bakar. Pada sesi ini kami harus diikat menjadi satu dengan tali. Kemudian, secara bersama-sama kami harus berjalan bersama-sama di dalam satu lingkaran tali tersebut dengan melewati rintangan berupa tali panjang. Syaratnya, para peserta tidak diperbolehkan menyentuh tali yang menjadi rintangan tersebut. Karena tali yang melingkari para peserta tersebut pendek dan jumlah orangnya terlalu banyak, tak heran jika banyak rekan-rekan yang terjatuh gedebukan karena tersandung kaki temannya. Walaupun kelihatannya mudah, ternyata sulit juga untuk berjalan bersama dengan ikatan seperti itu, butuh kerjasama yang baik agar bisa bergerak cepat. Sesi ini dilakukan untuk melatih kerjasama tim dalam mencapai tujuan tertentu.

 

Sesi berikutnya adalah melepaskan tali borgol. Awalnya, setiap orang tangannya ditali dan tali tersebut ditambatkan ke tali rekannya sehingga dua orang menjadi terikat antara satu dengan yang lainnya. Kemudian, kami diminta untuk melepaskan diri dari ikatan dengan partner kita yang terikat tersebut tanpa harus melepaskan tali dari pergelangan tangan kita. Awalnya, saya pikir itu harus memutar dan memasukkan anggota tubuh kita, sehingga saya sendiri harus naikkan kaki, masukan kaki, masukan tangan dengan pak Edy yang menjadi partner saya. Akhirnya, setelah saya melihat rekan yang lain ternyata tidak perlu tubuh kita yang masuk ke ikatan tersebut, tetapi hanya tali rekan kita aja yang kita masukkan ke ikatan di pergelangan tangan kita. Ternyata itu adalah bagian mudahnya, karena kemudian kami diikatkan persis dengan sebelumnya tetapi ke semua rekan kami dalam satu kelompok. Alhasil, kami menjadi stress berat karena ternyata ada juga rekan yang maksudnya membuka ikatan tersebut, ternyata malah membuat ikatan tersebut menjadi tambah rumit. Sesi dilakukan untuk melatih komando, ketelitian serta kerjasama tim. Pada sesi ini dapat dianalisis sifat kerja dari karyawan. Ada yang bersifat memimpin, ada yang bersifat mengikuti arahan pimpinan, ada yang kontra dengan pimpinan dan adapula yang hanya nerimo ing pandum atau diam saja menunggu teman yang lain melepaskan ikatan tali borgol di tangannya.

 

Kemudian, sesi berikutnya adalah sesi yang ditunggu-tunggu yaitu saat gong besar berbunyi. Bunyi gong di PPLH menandakan waktunya makan siang sehingga otomatis ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh semua. Hanya saja untuk menuju tempat makan, kami harus melakukan permainan beriringan. Ketua kelompok berpura-pura menjadi orang bisu, kemudian orang kedua sampai orang ke delapan berpura-pura menjadi orang yang bisu dan buta sedangkan orang ke sembilan sampai ke sepuluh berpura-pura menjadi orang yang buta. Dengan kondisi seperti itu maka tak pelak lagi, ada beberapa orang peserta yang harus terjungkal-jungkal karena tidak mengetahui adanya rintangan yang diberikan oleh panitia. Sesi ini dilakukan untuk melatih kekompakan tim serta kehati-hatian dalam bertindak.

 

Akhirnya, setelah kami sampai di tempat makan, kami menyantap habis yang disajikan oleh panitia. Saat itu para panitia menyediakan makanan berupa sayur asem, potongan daging bumbu bali dan tempe goreng serta krupuk “samier”.  Setelah makan, kami diberikan waktu istirahat dan sholat sampai jam 13:00.

 

Sehabis istirahat dan sholat kami berkumpul kembali tetapi di lapangan kecil di bagian utama PPLH. Kegiatan pertama setelah istirahat adalah kami diminta untuk membentuk lingkaran seperti di sesi pertama. Kemudian, kami diminta menyebutkan secara urut masing-masing dari 1 sampai 3. Setelah itu, bagi yang menyebutkan nomor 2 diminta untuk jongkok sedangkan yang nomor 1 dan 3 berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan. Nah pada sesi ini, nama permainannya adalah Tupai Kebakaran. Bagi peserta yang nomor urutnya 2 berpura-pura menjadi tupai sedangkan peserta nomor 1 dan 3 berpura-pura menjadi pohon. Aturannya, jika panitia menyebutkan kata “pemburu” maka para tupai harus berpindah dari pohon tempatnya berlindung ke pohon lain. Sedangkan jika panitia menyebutkan kata “kebakaran” maka para pohon harus berpindah mencari tupai yang lain. Bagi tupai atau pohon yang paling terakhir menemukan pohon atau tupai pasangan yang baru maka dia akan dikenakan hukuman menghibur teman-teman yang lain. Saking hebohnya perpindahan tersebut sampai ada yang saling terbentur. Game lanjutan dari sesi ini adalah kami diminta untuk mencari pasangan yang postur tubuhnya sama. Kemudian aturannya adalah jika para trainer mengatakan lutut, maka kami harus mendekatkan lutut kami ke pasangan kami dan jika para trainer mengatakan “tukar” maka kami harus lari mencari peserta yang lain sebagai pasangan yang baru dengan posisi seperti terakhir sebelum bertukar pasangan. Sama dengan game sebelumnya, pada game ini juga membuat suasana menjadi riuh dan saling bertabrakan, bahkan saya sendiri akhirnya juga harus terkena hukuman karena tidak menemukan pasangan dan dikenakan hukuman menjadi orang dengan cermin sehingga sang cermin harus mengikuti gerakan orangnya. Sesi ini bertujuan untuk melatih kecepatan dan konsentrasi dalam menangani pekerjaan di tempat kerja.

 

Sesi berikutnya kami diminta untuk membentuk barisan berdasarkan kelompok kemudian kami diharuskan memegang pundak rekan yang ada di depannya. Kemudian, kami diberikan lingkaran “hulahop” dan harus melakukan estafet lingkaran dari depan ke belakang kemudian kembali ke depan lagi tanpa diperbolehkan untuk melepaskan tangan dari pundak rekan yang ada di depannya. Peraturan dari panitia adalah apapun yang terjadi, kami dilarang melepaskan tangan dari pundak rekan yang ada di depannya atau kami harus mengulangi lagi proses tersebut dari awal. Alhasil, setelah para peserta sudah melakukan estafet hulahop secara lengkap, para panitia PPLH memberikan applause dan mengajak para peserta untuk menyorakkan keberhasilan kami, ternyata tanpa sadar kami melepaskan tangan dari pundak rekan yang di depan kami sehingga otomatis kami melanggar peraturan dan harus mengulanginya lagi dari awal. Sesi ini dilakukan untuk melatih kebersamaan, ketangkasan fisik, kerjasama, serta harus sabar dalam segala hal termasuk dalam menyikapi setiap keberhasilan dalam hidup kita. Artinya, jika suatu saat kita berhasil maka kita harus tetap waspada dan jangan terburu untuk merayakan keberhasilan dulu secara berlebihan.

 

Pada Sesi berikutnya kami diminta untuk memecahkan teka-teki matematika barisan. Kami diharuskan berbaris per kelompok, kemudian kami harus berpasangan dengan syarat setiap anggota yang menjadi pasangannya harus melewati 2 orang anggota yang lainnya. Contohnya urutan ke-4 hanya bisa berpasangan dengan urutan ke-1 atau urutan ke-7, atau urutan ke-2 hanya bisa berpasangan dengan urutan ke-5. Sesi ini cukup mengasah otak dan dilakukan memang mengasah kemampuan otak kita mengutak-atik angka. Selain itu, sesi ini dilakukan untuk mengetahui bahwa dalam sebuah  manajemen jika terjadi dualisme kepemimpinan yang dominan maka salah satu harus ada yang mengalah untuk mencari solusi dan jika sudah menemukan solusinya maka dapat dilemparkan kepada yang lain untuk memecahkan masalah.

 

Sesi lanjutannya sangat mendebarkan, yaitu “Lumpur Lapindo”. Pada sesi ini para peserta diharuskan menyeberang sungai yang di tengah sungai kecil tersebut diletakkan dua kursi kecil dan terdapat bilah bambu yang panjangnya hanya setengah dari sungai kecil tersebut. Kami harus menyeberangi sungai tersebut secara bersamaan. Artinya 10 orang harus menyeberang dulu sampai di tengah sungai kecil sehingga satu kelompok tersebut harus berada di tengah sungai di atas kursi kecil kemudian memindahkan bambu untuk menyeberang ke seberang sungai. Sesi ini dilakukan untuk melatih kerjasama tim dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Sesi ini juga memunculkan tanggung jawab terhadap diri dan rekan sekerja.

 

Sesi berikutnya adalah ice breaker dimana para peserta disuguhi puzzle batu. Caranya, yaitu para panitia menyediakan batu yang ditata :

3        3        3

3                  3

3        3        3

Nah berdasarkan susunan jumlah batu tersebut maka kami diberikan lagi 4 batu dan diminta menambahkan atau menggeser susunan batu tersebut sampai batu yang ada di luar susunan awal dapat masuk ke dalam susunan batu tersebut namun jumlah batu di keliling kotak tersebut harus tetap 9. selain itu, peserta tidak diperkenankan menambah titik batu lagi. Puzzle ini digunakan untuk mengasah otak dan kerjasama tim. nah…puyeng kan????

 

Kemudian, sesi berikutnya kami menuju ke arah sungai. Pada sesi ini kegiatannya adalah mencoblos balon yang digantung di tali dengan menggunakan tongkat sampai meletus. Namun, para peserta tidak diperkenankan untuk memegang tongkat tersebut melainkan harus memegang tali yang sudah dipasang pada tongkat tersebut. Pegangan minimal pada tali yang diperkenankan adalah 1 meter dari tongkat. Sesi ini dilakukan untuk melatih kerjasama tim dan kemampuan komando dalam kelompok serta ketangkasan.

 

Sesi yang terakhir adalah mengeluarkan bola dalam tong. Pada sesi ini kami tidak lagi dibatasi kelompok melainkan seluruh peserta harus bahu-membahu untuk berusaha mengeluarkan bola plastik di dalam tong tanpa harus memegang bola. Ternyata, tong yang disediakan memiliki banyak lobang sehingga harus ditutup dengan tangan dan kaki kemudian para peserta lain bergotong-royong memasukkan air dari sungai ke dalam tong. Dari 15 menit targetnya, kami mampu mencapai tujuan kami hanya dalam waktu 6 menit. Sesi ini dilakukan untuk melihat kemampuan kerjasama tim, komando, koordinasi serta kecekatan dalam bertindak sebagai problem solving dari masalah yang ada.

 

Setelah itu, kami tidak langsung kembali ke pondok aula melainkan ada beberapa peserta yang justru bermain air di sungai dan bahkan beberapa juga menceburkan diri ke sungai dan berenang layaknya anak kecil. Kami sangat bergembira dan menikmati seluruh acara outbound yang telah dilaksanakan meskipun banyak dari para peserta yang juga mengeluh karena kecapaian. Akhirnya, pada jam 16:50 kami menyelesaikan outbound dan meninggalkan PPLH Seloliman, Trawas dan kembali ke RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo dengan selamat.

 

Outbound memang merupakan kegiatan yang diperlukan dalam sebuah perusahaan. Melalui kegiatan outbound, maka para karyawan akan merasakan lepas dari rutinitasnya yang mungkin bisa saja membosankan, selain itu outbound dapat menambah wawasan, mengembangkan kemampuan diri serta memupuk team work yang solid. Semoga perubahan besar menuju kesuksesan bersama dapat terwujud dari kegiatan kecil bernama outbound ini.

Untuk rekan-rekan di RS dr.Moedjito Dwidjosiswojo, saya mewakili pihak manajemen hanya bisa mengucapkan terima kasih atas lancarnya pelaksanaan outbound dan Semoga Sukses Selalu !!!

RS dr. Moedjito…..

PRIMA !

PRIMA !!

PRIMA !!!

YESS !!!!!

2 Komentar

Filed under Uncategorized

2 responses to “Outbound RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo

  1. Hallo, wahhh seru banget ya outbound-nya. Nyesal juga nggak bisa ikut….
    Tapi saya ikut senang perjalanan tersebut ada hikmahnya. Selain berekreasi, juga ada belajar.
    Saya bangga atas keberhasilan yang sudah di capai …

    Semoga sukses ya….

  2. ayik

    Mhn ijin tuk mengadopsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s