PTKP Pajak Penghasilan Baru di Tahun 2009

Siang ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi kolega di salah satu kantor Pelayanan Pajak Pratama. Saya mendapatkan informasi bahwa berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang baru maka Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP di tahun 2009 akan berubah.

Perubahan tersebut mengalami kenaikan daripada referensi tahun sebelumnya yaitu UU pajak penghasilan di tahun 2006.  Adapun besaran dari PTKP di tahun 2009 tersebut adalah sebagai berikut:

  • Rp 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;
  • Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
  • Rp 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1); dan
  • Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3
    (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Kebijakan pemerintah menetapkan PTKP baru di tahun 2009 tersebut bukan berarti tanpa beban. Tarik menarik kenaikan PTKP tersebut sebenarnya menyimpan dilema antara tenaga kerja dan anggaran pemerintah. Bagaimana tidak? saat PTKP wajib pajak naik menjadi 18 juta Rupiah pertahun saja pemerintah bisa kehilangan pendapatan pajak sebesar 17 triliun Rupiah, bagaimana nanti jika PTKP naik menjadi 20 juta Rupiah pertahun?

Namun, kepentingan lain dari tenaga kerja yang menjadi pertimbangan utama juga menjadi prioritas Pemerintah sebagai pengatur dari negara. Kenaikan PTKP otomatis dapat meringankan beban pajak dari para tenaga kerja, mengingat kondisi perekonomian yang semakin lama semakin mengalami krisis dan berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat secara luas.

Pajak memang kewajiban warga negara untuk menyetorkannya kepada negara namun syarat pajak yang mengharuskan pajak tidak boleh mengganggu kegiatan perekonomian rakyat menjadi pertimbangan dalam penyusunan PTKP yang baru di tahun 2009 ke depan. 

Sekarang yang menjadi pertanyaan, sebenarnya bukan beban dari warga negara dalam membayar pajak itu sendiri melainkan untuk apa pajak yang telah dibayar masyarakat tersebut? untuk siapakah pajak yang telah dibayar masyarakat tersebut? bagaimanakah alokasinya? tepat sasarankah? efektikah penggunaannya? Semoga kita menjadi orang yang bijak dengan taat membayarkan pajak kita dan semoga pemerintah dengan aparatnya yang terhormat menjadi lebih bijak dalam mengelola keuangan negara agar lebih bermanfaat secara adil dan merata untuk kesejahteraan rakyat secara menyeluruh…

1 Komentar

Filed under Uncategorized

One response to “PTKP Pajak Penghasilan Baru di Tahun 2009

  1. iwan

    mohon dong kasi tau tentang peraturan menteri keuangan yang mengatur perubahan PTKP tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s