Sejarah May Day

Pagi hingga siang (2/5/2011) saya kebagian untuk mengikuti aksi damai kawan-kawan buruh yang bermula di Kebonrojo menuju gedung DPRD Kabupaten Jombang. Aksi damai ini diprakarsai oleh beberapa organisasi buruh di Jombang dan juga beberapa NGO lokal, termasuk salah satunya adalah Lakpesdam NU Jombang. Aksi ini merupakan sebuah kegiatan memperingati hari buruh sedunia. Namun, pernakah kita tahu bagaimana bisa 1 Mei diperingati sebagai hari buruh ?

Hari buruh sendiri sebenarnya pada awalnya bukan dirayakan pada 1 Mei melainkan dilakukan pada tanggal 5 September 1882. pada hari itu diselenggarakan sebuah parade yang diikuti oleh 20.000 orang di New York. Para buruh ini menuntut diterapkannya 8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam rekreasi. Parade ini diprakarsai oleh Peter McGuire dan Matthew Maguire.

Kongres Internasional Pertama diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada (1872) , menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Pada tanggal 1 Mei tahun 1886 sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari. Aksi ini berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei hingga 4 Mei 1886.

Pada tanggal4 Mei 1886, para Demonstran melakukan pawai besar-besaran, kemudian polisi Amerika menembaki para demonstran tersebut sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati, para buruh yang meninggal dikenal sebagaimartir. Sebelum peristiwa 1 Mei itu, di berbagai negara, juga terjadi pemogokan-pemogokan buruh untuk menuntut perlakukan yang lebih adil dari para pemilik modal.

Pada bulan Juli 1889,Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan diParis menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:

“Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis”.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.

Harapan terkini dari para buruh di Indonesia sendiri terkait dengan May Day ini adalah setidaknya para buruh mendapatkan hak yang semestinya. Setidaknya tanggal 1 Mei dijadikan hari libur nasional.

Bersatulah Para Buruh ! Jadikan 1 Mei jadi Hari Libur Nasional !!!

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s